Pidato Lengkap Jokowi di Gedung Joang 45

Pasangan capres cawapres 2019, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin bersama para pendukung kumpul di Gedung Joang 45 (dok: istimewa)

MONITOR, Jakarta – Pagi ini calon presiden 2019 Joko Widodo bersama cawapresnya, KH. Ma’ruf Amin, menyapa para pendukungnya di Gedung Joang 45 Jakarta Pusat. Sebelum mendaftar ke Kantor KPU, Jokowi memberikan sambutan sekaligus membakar semangat para pendukungnya.

Bukan tanpa alasan, Jokowi rupanya sengaja memilih Gedung Joang sebagai titik awal perjuangannya dimulai. Ia merefleksikan perjuangan para founding fathers negeri ini mulai dari Soekarno, M Hatta hingga Adam Malik.

Dalam kesempatan itu, Jokowi terus memuji kiprah Ma’ruf Amin yang notabene merupakan sosok penting di kalangan warga Nahdliyin (NU). Ia optimis, keputusannya untuk memilih Ma’ruf Amin sebagai cawapres akan berujung manis.

Berikut ini pidato lengkap Jokowi:

Di pagi yang cerah ini saya beserta bapak Prof KH Ma’ruf Amin dari Gedung Joang 45 akan mendaftarkan diri menuju ke KPU di masa lalu Gedung Joang ini adalah tempat di mana para pejuang-pejuang politik kita Bung Karno, Bung Hatta, Adam Malik, semuanya digembleng dari sisi politiknya.

Gedung Joang 45 ini mewakili semangat perjuangan para pemuda yang menyala untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Ini Gedung Joang kita pilih sebagai titik awal untuk memulai perjuangan untuk memenuhi dan mengisi kemerdekaan yang diperjuangkan pahlawan kita.

Perjalanan kami berdua disertai seluruh partai pendukung, pengusung, relawan ingin mengawali perjalanan 4 tahun yang lalu, yakni perjalanan menuju Indonesia maju. Dalam 4 tahun ini atas pertolongan ridha dan kuasa Allah Yang Maha Kuasa kita telah telah meletakkan pondasinya yang kokoh agar bangsa Indonesia dapat bergerak, bahagia lebih cepat, bergerak lebih cepat di masa depan.

Saya yakin Prof KH Ma’ruf Amin adalah figur yang tepat untuk mendampingi saya melanjutkan, menempuh perjalanan itu. Beliau adalah sosok yang utuh, ulama yang bijaksana, ulama yang dihormati di seluruh tanah air yang memiliki pengalaman yang panjang di legislatif, di DPRD, DPR, MPR, dan juga di eksekutif, wantimpres, dan sebagai pengarah di BPIP. Beliau Rais Aam PBNU dan Ketua Majelis Ulama Indonesia, artinya beliau memiliki rekam jejak yang lengkap, yang lengkap.

Beliau memiliki pandangan yang sama dengan kita, dengan saya, bahwa dengan penduduk muslim terbesar di Indonesia. Kita harus mengatasi kesenjangan ekonomi di seluruh Indonesia dengan memperkuat ekonomi umat di seluruh tanah air. Untuk diketahui pada saat beliau dikukuhkan sebagai profesor pidato pengukuhannya berkaitan dengan arus ekonomi baru Indonesia. Artinya beliau sangat mengetahui ekonomi juga.

Bersama Ma’ruf Amin saya tetap ingin istikamah menjadikan Indonesia maju, Indonesia berdaulat, Indonesia mandiri dan Indonesia berkepribadian. Kita ingin meneruskan apa yang telah dikerjakan 4 tahun lalu. Di kawasan-kawasan terbelakang merasakan buah kemerdekaan, dari Sabang sampai Merauke, dari Pulau Miangas sampai Rote merasakan bangga menjadi bangsa Indonesia.

Kita juga ingin mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kita ingin melanjutkan pemerataan pembangunan yang berkeadilan, sehingga 40 persen lapisan masyarakat kita juga merasakannya. Kita menjaga sumber kekayaan kita Blok Mahakam, dan mayoritas saham Freeport adalah bukti bahwa kita berdaulat. Kita ingin sebesar-besarnya kita gunakan demi kemakmuran rakyat Indonesia.

Apa yang kita kerjakan 4 tahun ini bukti, adalah bukti bukan fiksi! Inilah pondasi yang sudah dibangun yang perlu disambung, yang perlu diteruskan, yang perlu dilanjutkan. Semoga Allah SWT meridai kita perjalanan kita untuk bertranformasi menuju Indonesia menjadi negara yang maju. Terima kasih.