Pidato Ketum PSI, Singgung Hoaks hingga Ratapi Nasib Ahok

Ketum PSI Grace Natalie pidato di Trans Convention Centre, The Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung

MONITOR, Bandung – Pidato politik awal tahun 2019 yang disampaikan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie, benar-benar menyerang kubu pendukung paslon nomor urut 02. Diketahui, Grace banyak menyinggung tentang isu politisasi SARA.

Dalam sambutannya, Grace menegaskan bahwa ujaran kebencian dan berita hoaks yang sengaja disebarkan telah membuat masyarakat terpecah belah. Ia pun mengaku prihatin atas fenomena tersebut. Sebab, menurutnya hal itu berdampak pada kepercayaan publik terhadap demokrasi.

“Kebohongan demi kebohongan, serangan terhadap institusi resmi, pelan-pelan menghancurkan kepercayaan masyarakat terhadap demokrasi. Sementara ujaran kebencian yang mereka sebarkan, membuat masyarakat terbelah. Menyuburkan prasangka SARA diantara kita, sesama bangsa Indonesia,” ujar Grace Natalie di Trans Convention Centre, The Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Jumat (11/1) tadi malam.

Tak hanya itu, mantan jurnalis itu juga mengulas kembali nasib mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, atas kasusnya beberapa waktu lalu jelang Pilkada DKI 2017.

Ia menyebut, Ahok merupakan korban politisasi SARA yang akhirnya mendapatkan hukuman penjara. “Salah satu korban politisasi SARA, adalah Basuki Tjahaja Purnama, yang akan bebas dua pekan lagi,” tukas Grace.

“Orang yang berjasa memajukan Jakarta, menyediakan pendidikan dan kesehatan gratis bagi rakyat tidak mampu, membangun ruang publik berupa taman-taman yang indah, memberantas korupsi anggaran, dan mendorong perbaikan layanan masyarakat, justru dijebloskan ke penjara lewat kampanye kebencian dalam bentuk politisasi isu SARA,” ujarnya memuji sosok Ahok.