Momen Lebaran, Cak Imin : Politik dinomorduakan dulu

MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua MPR RI Abdul Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin mengajak masyarakat memanfaatkan momentum lebaran idul fitri 1439 H dengan menghilangkan sekat-sekat perbedaan yang kerap menjadi akar perselisihan.

Menurutnya, lebaran merupakan momen yang pas untuk merajut kembali tali silaturrahmi dan mengedepankan persatuan, kendati Idul Fitri kali ini dirayakan masih dalam tahun-tahun politik, sehingga bukan tak mungkin satu sama lain memiliki perbedaan pilihan dalam berpolitik.

“Setelah satu bulan berpuasa, kini tiba saatnya kita menyucikan diri. Mari hilangkan sekat perbedaan. Politik dinomorduakan dulu, silaturrahmi yang diutamakan,” kata Cak Imin sapaan Muhaimin, Sabtu (16/6) di Jakarta.

Cak Imin mengatakan, berpuasa selama satu bulan mengajarkan umat Islam untuk menahan diri tidak makan dan minum selama 13 jam. Ritual itu, kata Cak Imin, bermakna bahwa umat Islam harus senantiasa menahan diri dari kenikmatan duniawi dan berjuang meraih kenikmatan ukhrawi.

Cak Imin menambahkan, Idul Fitri juga merupakan momentum untuk mengintrospeksi diri. Sebagaimana kata fitri yang bermakna suci, maka seyogyanya setelah perayaan Idul Fitri ada perubahan yang lebih baik dalam diri setiap muslim.

“Di Idul Fitri kali ini, semoga kita kembali bersih dan bertemu dengan Ramadan yang akan datang,” ujar Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.