Masih Menerawang, PAN Tegaskan Belum Ikut Koalisi Manapun

Sekertaris Jendral (Sekjend) PAN, Eddy Soeparno

MONITOR, Jakarta – Sempat diisukan ikut bergabung koalisi Prabowo cs, Partai Amanat Nasional (PAN) kembali tegaskan jika hingga saat ini sikap politiknya masih belum kemana-mana.

Sekertaris Jendral (Sekjend) PAN, Eddy Soeparno mengatakan, partainya ingin koalisi partai politik dibuat dengan permanen bersama parpol lain, tidak hanya di Pilpres 2019. Untuk itu diakuinya hingga saat ini PAN masih melihat-lihat berbagai dinamika politik yang ada.

“Kita ingin lihat dulu bagaimana proses penentuan arah politik PAN. Kami tengah lakukan komunikasi politik dengan segala aspek yang terkait dengan Pilpres 2019. Di parpol yang nyatakan paslon A atau B maupun yang belum,” kata Eddy saat diskusi PARA Syndicate, di Kebayoran, Jakarta, Jumat (3/8).

Ia menegaskan, PAN tengah menjalin komunikasi intensif dengan semua pihak sebelum mengambil keputusan. Hasil komunikasi PAN itu akan dibawa ke Rakernas untuk diputuskan.

“Semua tokoh yang berpeluang masuk di Pilpres juga kita lakukan komunikasi. Agar nanti di Rakernas semua info yang terangkum dapat hasilkan keputusan yang bisa diikuti semua kader semua,” ungkapnya.

Eddy mencontohkan, bahwa pada 2009 lalu Ketum Partai Demokrat (PD) SBY pada periode ke- 2 mendeklarasi capres dan cawapres yang dilakukan 2 minggu sebelum tenggat waktu pendaftaran capres, sehigga sebelum waktu pendaftaran dibuka beliau (SBY) sudah yakin dengan keputusannya.

Namun, saat ini menurutnya dinamikanya berbeda. Ia mengatakan baik di kubu Jokowi atau kubu Prabowo sekarang masih lakukan komunikasi politik yang intensif guna mematangkan kubu koalisi masing-masing.

“2019 bukan kontestasi cari pemimpin 5 tahun ke depan tapi hasilkan koalisi yang permanen untuk jangka waktu panjang 40-45 tahun atau lebih. Kebijakan nasional tetap stabil,” tandasnya.