Ini Konsekuensi Buat Jokowi Jika Pilih Cak Imin atau Airlangga

Presiden Jokowi kala mendampingi Ketua MUI KH Ma'ruf Amin

MONITOR, Jakarta – Presiden Joko Widodo belum juga menyebut nama calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampinginya di Pilpres 2019 nanti. Bisa jadi Jokowi-panggilan akrabnya-masih menimbang figur yang tepat agar tidak muncul resistensi terutama dari partai pendukung.

Sejauh ini, masih ada empat nama yang masuk dalam daftar cawapres Jokowi. Yakni, Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto, mantan Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Zainul Majdi, dan mantan Ketua MK Mahfud MD.

So, siapa yang akan dipilih oleh Jokowi? Menurut pengamat komunikasi politik Ari Junaedi, siapapun yang akan dipilih ada konsekuensi bagi Jokowi. Misalnya, “Saya kira sangat riskan menyandingkan nama Cak Imin atau Airlangga sebagai cawapres karena akan menimbulkan gejolak dan resistensi dari parpol-parpol pengusung Jokowi yang lain,” ujar Ari di Jakarta Minggu (22/7).

”PDIP dengan PPP, tentu akan merasa kecewa jika cawapres yang dipilih Jokowi ternyata Cak Imin atau Airlangga,” sambungnya.

Sedangkan terkait dua nama lain, Ari meyakini Jokowi juga bakal kesulitan untuk memilih. Karena keduanya lekat dengan persepsi kelompok Islam serta menjadi penghapus “kesan” Jokowi memusuhi kelompok tertentu.

”Resistensi untuk Mahfud atau TGB Zainul Majdi juga besar, karena PKB kubu Cak Imin merasa tidak ‘klop’ dengan Mahfud,” ucapnya.

Kalau TGB, kemungkinan bakal dianggap sebagai penumpang kesiangan yang baru mendukung Jokowi setelah di periode pertama hampir berakhir.

“Menurut saya, siapa yang akan dipinang Jokowi, ini tergantung dari kompromi para ketua umum parpol-parpol pendukung. Dan, bagaimana Jokowi bisa menjelaskan agar tidak terjadi resistensi,” pungkas Ari.