ICMI: Jadikan Idul Adha Ajang ‘Berkurban’ Ego Politik

Ketua Umum ICMI, Prof DR Jimly Asshiddiqie (dok: tribun)

MONITOR, Jakarta – Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) mengimbau agar hari raya Idul Adha 1439 Hijriah dapat menjadi pemicu semangat anak bangsa untuk saling berlomba melakukan kebaikan (fastabiqul khairat).

Ketua Umum ICMI, Prof DR Jimly Asshiddiqie, mengungkapkan momentum perayaan Idul Adha tahun ini ternyata beriringan dengan musibah bencana alam gempa bumi yang dialami masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menurutnya, hal tersebut bisa menjadi momentum yang tepat menunjukkan bahwa sesama anak bangsa mampu berkorban membantu saudaranya.

“Tak perlu membuat gaduh di media massa dan media sosial. Jika ingin membantu saudara-saudara kita di NTB silahkan saja tanpa membuat kegaduhan. Dengan cara dan kerja masing-masing, mari berbagi untuk korban gempa bumi di NTB,” ujar Jimly kepada MONITOR, Rabu (22/8).

Jimly mengharapkan, bahwa seharusnya yang dilakukan sesama anak bangsa terhadap korban bencana alam gempa bumi di NTB dalam suasana semangat Idul Adha adalah dengan semakin meningkatkan kepedulian.

Tak hanya itu, ia juga meminta agar semangat hari raya Idul Adha mampu menjadikan seluruh kelompok masyarakat untuk dapat mengorbankan ego kepentingan politik masing-masing yang saat ini kebetulan berada di tahun politik.

“Tak perlu menjadikan bencana alam di NTB sebagai isu komoditas politik, seharusnya kita saling membantu meringankan penderitaan para korban yang sudah hampir kehilangan tempat tinggal dan pekerjaan, misalnya dengan rekonstruksi dan renovasi,” ungkap Jimly.

Dia menambahkan, pada seharusnya semua komponen masyarakat Indonesia, terutama umat Islam, pada hari raya Idul Adha tahun ini mendoakan para korban bencana alam gempa bumi di NTB supaya selalu dalam kondisi baik-baik dan musibah tak terjadi lagi.