BEM PTAI akan gelar Musyawarah Evaluasi 4 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK

MONITOR, Jakarta – Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Agama Islam (BEM PTAI) angkat suara terkait situasi politik nasional khususnya menyikapi aksi mahasiswa mengkritisi pemerintahan Jokowi-JK yang sudah berjalan 4 tahun.

BEM PTAI menyebut momentum 4 tahun Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK), merupakan ajang untuk mengevaluasi, menagih, mendesak, dan menuntut hak-hak dan kewajiban pemerintahan sesuai yang tercantum di dalam visi-misi program Nawacita.

“Melihat berbagai survey dalam pemerintahan yang sudah berlangsung selama 4 Tahun menunjukkan adanya kepuasan dan kelemahan serta efektif atau tidaknya terhadap kinerja pemerintah pusat,” tulis Forum Komunikasi (FORKOM) BEM PTAI dalam pernyataan pers yang diterima MONITOR, Minggu (16/9/2018).

FORKOM BEM PTAI sendiri dari berbagai Koorrinator Nasional (Kornas) antara lain : Presnas DKI Jakarta (Nica Ranu Andika), Presnas Sumatra Selatan, (Agus Suherman Tanjung), Presnas Jawa Timur (Anis Rohmatullah), Presnas Jateng (Ahmad Wasi Uzzulfa), Presnas Jawa Barat (Doni Maulana), Presnas Banten (Ade putra), Presnas Sulawesi Tengah (Muh Rizal), Presnas Aceh (Jumiadi), Presnas Sumut (Zulkifli), Presnas Gorontalo (Arafiq), Presnas Kalbar (Anwar fuadi), Presnas Maluku Utara (Furqan), Presnas Sulawesi Selatan (Fikram Kasim), Presnas Bengkulu (Hanif), Presnas Kaltim (Osvaldo), Presnas DI Yogyakarta (Zulhamri), Presnas Sulut (Taufan), Presnas Jambi (Arpah), Presnas Riau (Eko).

Dimata BEM PTAI, beberapa permasalahan yang menjadi sorotan terhadap kinerja 4 tahun kinerja pemerintah saat ini seperti melemahnya nilai tukar rupiah, pengurangan subsidi BBM yang berdampak pada kenaikan harga kebutuhan pokok, impor besar-besaran dan pengandalan hutang luar negeri.

“Kenaikan harga BBM, dolar tak terbendung yang berimbas naiknya bahan pokok, hal inilah yang pada akhirnya mengakibatkan beberapa organisasi kemahasiswaan melakukan aksi terhadap kebijakan pemerintahan saat ini,” sambung FORKOM BEM PTAI.

Sementara itu, dalam menyikapi permasalahan bangsa saat ini, BEM PTAI mengaku akan membahasnya pada MUSPIMNAS yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat.

Adapun terkait dengan sikap BEM PTAI terkait dengan berbagai aksi gerakan mahasiswa saat ini adalah :

1. Mengecam pencatutan nama terhadap BEM PTAI tanpa izin dan tujuan yang tidak jelas serta akan menindak lanjuti secara organisasi bagi oknum-oknum yang kurang bertanggung jawab.

2. Menghimbau kepada seluruh kawan-kawan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi BEM/DEMA Seluruh Indonesia agar tidak terlibat secara aktif dalam politik praktis yang akhir-akhir ini menggerus marwah mahasiswa.

3. Berkomitmen menjadikan Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai pedoman dalam berbangsa dan bernegara serta ikut serta menyejahterakan kehidupan rakyat.

4. BEM PTAI menilai kinerja pemerintah Masih ada Yang kurang, Tetapi Masih On The Track, dan BEM PTAI akan terus Mengawal dan mengkritis kekurangan tersebut demi tercapainya Nawacita.