Bawaslu Jengkel Andi Arief Kembali Mangkir dari Panggilan

Komisioner Bawaslu Fritz Edward (dok: Rangga Monitor)

MONITOR, Jakarta – Politikus Demokrat Andi Arief mangkir dari panggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI terkait isu mahar Sandiaga. Hal itu diungkapkan Komisioner Bawaslu Fritz Edward saat ditemui di Kantor Bawaslu RI, Jakarta Pusat.

“Pada hari Senin pukul 10.00 WIB tapi sampai saat ini beliau tidak hadir. Kami coba telfon enggak diangkat. Kami coba whatsapp cuma centang dua, tapi tidak dibalas. Kami coba konfirmasi juga tidak ada kabar dari Andi Arief,” ujar Fritz kecewa, Senin (27/8).

Terkait putusan kelanjutan kasus tersebut, Fritz menuturkan Bawaslu akan menggelar rapat pleno. Rapat digelar lantaran seorang dari tiga saksi yang dianggap saksi kunci tak memenuhi panggilan.

“Status dari laporan yang disampaikan kami harus putuskan dalam rapat pleno pada hari Rabu. Nanti kita akan lihat bagaimana hasil status seperti apa terkait status dari laporan Andi Arief,” ujarnya.

Atas hal tersebut, menurutnya keputusan tidak bisa diambil tanpa melalui rapat pleno. Oleh karena itu pihaknya membutuhkan petunjuk dan keterangan akan kasus tersebut.

“Saya rasa tidak bisa mendahului rapat pleno untuk menentukan sebuah status, bawaslu harus melihat apakah ada kesaksian, petunjuk, ada keterangan ahli atau pengakuan, dokumen yang dapat mengatakan pelanggaran sudah terjadi atau belum,” ungkapnya.

Sebelumnya, Andi Arief membuat pernyataan pada laman Twitternya yang menuai kehebohan publik, ia menyebut Prabowo Subianto “jenderal kardus”. Sebutan itu dilontarkan Andi setelah ia menuding Prabowo akan menjadikan Sandiaga Uno sebagai cawapres.

“Kami berdasarkan kesaksian hanya mendapat kesaksian dari 2 saksi pelapor yang mengandalkan kesaksian dari twitter, instagram dan saksi dari Pak Andi Arief tidak hadir. Foto foto akan kita sampaikan dalam rapat pleno, dan akan kami sampaikan status laporannya,” tandasnya.