PKB Ungkap Peluang Poros Ketiga, Asal Demokrat tak Usung AHY

MONITOR, Jakarta- Berbagai wacana mengenai pembentukan poros ketiga gencar dihembuskan. Terlebih saat ini peta politik masih sangat dinamis untuk berkoalisi, Adapun Partai Gerindra yang semakin mantap untuk berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). 

Di sisi lain ada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Demokrat yang hingga kini belum menentukan sikap akan kemana arah koalisinya karena mengingat situasi masih sangat cair.

Ketiga partai seperti PAN, PKB, dan Demokrat kabarnya akan membentuk poros ketiga. Apabila hal itu terlaksana kemungkinan untuk mendukung Presiden petahana Joko Widodo atau mendukung Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto masih belum terlihat jelas.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lukman Edy mengatakan poros ketiga bisa saja terjadi apabila Demokrat mengusung Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Menurutnya, komunikasi politik antara kedua Mantan Petinggi TNI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Gatot Nurmantyo bisa saja cair. Pasalnya, Gatot pernah bekerja bareng dengan SBY sebagai ajudan pada saat SBY menjabat Presiden RI ke-6.

"Misalnya Demokrat mengusung Gatot, itu akan terjadi poros ketiga. Kalau Demokrat masih dukung AHY tidak terjadi poros ketiga," kata Edy saat diskusi bertajuk ‘menakar peluang jokowi dua periode’ di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (30/3).

Lebih dari itu, Edy juga berpendapat kalau misalnya saja poros ketiga terbentuk, hal tersebut kemungkinan akan membahayakan perolehan suara untuk Jokowi. Lantas ia mengambil contoh ketika Pilpres 2014 lalu.

"Kemudian yang berbahaya itu kalau terjadi tiga poros, kalau terjadi tiga poros maka warning buat (koalisi) pemerintahan jokowi, karena kalau terjadi tiga poros akan terjadi seperti pilkada DKI," Ungkap Edy.

Sementara itu, sejauh ini nampak kalau Partai besutan SBY itu tengah gencar untuk menyodorkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi Capres. Namun, kata dia, AHY belum pantas dicalonkan jadi Presiden.

Pasalnya, menurut Edy, semua yang melekat pada AHY masih bernaung dibawah kendali SBY, termasuk kebutuhan politik. Namun ia beranggapan berbeda apabila AHY dicalonkan sebagai Cawapres masih ada peluang apabila turut ambil bagian pada perheletan Pilpres 2019 mendatang.

"Pak AHY belom dewasa, logistik masih logistik bapak, kantong bapak, jejaring masih bapak, gak bisa calon presiden," pungkas Wakil Ketua Komisi II DPR ini.