PKB Minta Mendikbud Tak Paksakan Full Day School

MONITOR, Jakarta – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar mengatakan, dirinya telah menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), jika full day school dipaksakan untuk diterapkan, maka hal itu akan sangat berbahaya dan mengganggu apa yang telah dibangun oleh kyai, madrasah, pesantren, dan guru-guru agama didaerah.

"Saya beberapa hari yang lalu bertemu Gus Yusuf (KH. Muhammad Yusuf Chudlori, Ketua DPW PKB Jawa Tengah). Gus Yusuf mengatakan, bahwa masih berjalan peraturan menteri yang menyangkut full day school yang sangat meresahkan di daerah," kata Muhaimin di Hotel Accacia, Jakarta Pusat, Senin (7/8).

Cak Imin, begitu dia akrab disapa, mengaku sudah lebih dari tiga kali bertemu langsung dengan Presiden Joko Widodo, menyampaikan langsung apa yang menjadi keresahan para kyai, pengasuh madrasah, dan seluruh stakeholder madrasah diniyah yang selama ini berjalan baik dan benar-benar memberi kontribusi positif. Bahkan kontribusi yang sangat bermanfaat dalam membangun karakter anak didik.

Dikatakan dia, Presiden telah menyanggupi agar full day school tak dipaksakan. Cak Imin juga mengaku menyaksikan Rais Aam PBNU yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kyai Ma'ruf Amin bersama Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj menolak full day school. Dia optimis sikapnya akan didengar oleh presiden.

"Apa yang sudah dijalankan oleh Kemendikbud itu saya harap tidak memaksakan diri untuk madrasah-madrasah kita," terang dia.

"Sikap kita, bahwa kita semua warga Nahdliyin menolak keras full day school. Warga Nahdliyin menolak keras pemaksaan dan penyeragaman yang akan dilakukan dan dipaksakan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan melalui kebijakan full day school yang tentu akan memberangus sekaligus merusak dan menurunkan tradisi yang sudah berlangsung berabad-abad di tanah air kita," pungkasnya.