PKB Enggan Sebutkan Nama Capres 2019, Ini Alasannya

MONITOR, Jakarta – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) belum mau menyebutkan nama calon yang akan di usungnya dalam perhelatan pemilihan presiden 2019 mendatang. Saat ini PKB masih ingin fokus untuk mensukseskan program pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Hal itu diungkapkan Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) Daniel Johan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, pada Sabtu (7/10).

Daniel menuturkan, partainya masih ingin fokus untuk melakukan kerja nyata bagi masyarakat sehingga belum memikirkan soal pencapresan 2019.

"DPP belum sekalipun memikirkan capres sampai urusan kesejahteraan masyarakat meningkat dan Pilkada berjalan dengan baik," kata Daniel.

Hal itu, ujar dia, karena melalui kerja nyata di masyarakat maka program yang dilakukan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo dinilai terlaksana dan terasa oleh warga.

Ia menyampaikan hal tersebut juga terkait dengan tanggapan terhadap hasil survei yang dilakukan oleh Saiful Mujani Research Consulting yang menyatakan elektabilitas partai-partai politik pendukung Presiden Jokowi cenderung stagnan, kecuali PDI Perjuangan.

Daniel Johan mengemukakan peningkatan elektabilitas tergantung pada kerja keras seluruh kader untuk dekat dengan rakyat, mendengarkan kesusahan rakyat, dan memperjuangkan agar aspirasi rakyat dapat disuarakan, serta dicari jalan keluarnya.

Sebelumnya, hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menyatakan dukungan publik terhadap Presiden Joko Widodo semakin menguat pada September 2017.

"Dukungan publik pada Joko Widodo semakin menguat. Jika hanya ada dua nama calon presiden, Joko Widodo dan Prabowo Subianto, maka Jokowi akan meraih 57 persen suara jika pemilihannya dilakukan September 2017," ujar Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan dalam pemaparan hasil survei, Kamis (5/10).