Pernyataan Lengkap Wiranto Menanggapi Isu Film G 30 S PKI dan 5 Ribu Pucuk Senjata

MONITOR, Jakarta- Beberapa hari ini ada dua isu nasional yang cukup menyedot perhatian masyarakat bahkan bergulir menjadi polemik ditengah masyarakat , yaitu isu intruksi nobar film G 30 S PKI oleh panglima TNI dan isu adanya institusi yang membeli  5 ribu pucuk senjata diluar TNI dan Polri.

Menkopolhukam Wiranto menggelar jumpa pers untuk menjelaskan secara rinci terkait dua  isu yang sedang menjadi polemik ditengah masyarakat tersebut.

Pertama, mengenai pemutaran kembali film Penghianatan G 30 S/ PKI , dan ajakan untuk nonton bareng bagi beberapa institusi menurutnya bukan hal yang perlu diperdebatkan, wiranto bahkan menegaskan bahwa peristiwa 30 September 1965 bukan merupakan satu-satunya  persitiwa sejarah kelam bangsa Indonesia. Ia menyebut ada rentetan persitiwa pemberontakan lain sperti pemberontakan DI/TII, Pemberontakan PRRI/Permesta.

Selanjutnya Menkopolhukam juga menjelaskan anjuran  presiden Jokowi yang ingin memperbarui film sejarah adalah hal yang wajar terutama terkait konsep penyajian film yang harus diseusaikan dengan zaman atau generasi saat ini.

Kedua, Wiranto menjelsakan bahwa informasi dari panglima TNI terkait adanya institusi diluar TNI dan Polri yang akan membeli  5 ribu pucuk sejata  hanyalah miskomunikasi diantara institusi, ia menjalaskan bahwa setelah dikonfirmasi  hanya ada pengadaan 500 pucuk senjata laras pendek buatan PINDAD oleh BIN untuk keperluan pendidikan intelijen, ia juga menjelaskan jika pengadaan tersebut ijinya tidak perlu dari Mabes TNI tetapi cukup dari Mabes Polri.

Diakhir penjelasanya, Wiranto meminta kedua isu yang sedang menjadi polemik tersebut untuk tidak dipolitisasi.