Percepatan Tanam Demi Sukses Lumbung Pangan Nasional

MONITOR, Lampung Selatan – Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian, Justan Riduan Siahaan selaku Penanggung Jawab Upaya Khusus Provinsi Lampung menghadiri pencanangan percepatan gerakan tanam padi serentak di Desa Budi Lestari, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan.

Kedatangannya untuk memberikan semangat petani untuk secepatnya melakukan percepatan tanam sekaligus penetapan target tanam periode Oktober 2017 – Maret 2018 (Okmar).

Acara percepatan gerakan tanam  padi dihadiri oleh Widono selaku Penanggung Jawab Upsus Kabupaten Lampung Selatan Wakil Bupati Lampung Selatan, Penanggung Jawab Upsus Provinsi Lampung, Kepala Dinas TPH Provinsi Lampung, Danrem Lampung, Kepala BPP Lampung, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikulturan dan Perkebunan Kabupaten Lampung Selatan,  Dandim Lampung Selatan,  Kepala BPS Lampung Selatan, Kepala BPTP Lampung , Kepala BULOG Lampung, Camat Tanjung Bintang, Danramil Tanjung Bintang serta Kelompok Tani Kecamatan Tanjung Bintang.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Lampung Selatan, Rini Ariasih mengatakan “Hampir seluruh lahan sawah di Kabupaten Lampung Selatan merupakan sawah tadah hujan. Untuk itu kami mengharapkan adanya alokasi khusus untuk dapat membangun optimalisasi pengairan berupa jaringan irigasi, embung".

Pada kesempatan yang sama Justan Riduan Siahaan mengungkapkan bahwa “suksesnya orogram Kementerian Pertanian untuk  mewujudkan  swasembada pangan menuju Lumbung Pangan Dunia tidak akan terwujud jika tidak ada peran dan kerja keras petani, yang juga didukung oleh TNI.  
Kerja TNI yang cukup aktif merupakan kekuatan besar dalam merintintis kesuksesan visi ini. 

Selain itu, dukungan lahan yang cukup juga sangat diperlukan. Analog dengan adanya wanita sebagai prasyarat utama untuk perolehan keturunan, maka tersedianya lahan adalah prasyarat utama untuk menjadi Lumbung Pangan Dunia. Seperti diketahui jumlah baku lahan di kabupaten Lampung Selatan seluas 45.785 Ha yang berada di 17 kecamatan, 26 desa, sekitar 300 Ha lahan sawah terkena pembangunan jalan tol dan 40 Ha akan dijadikan pabrik.

Gerakan tanam serentak yang sedang digalakan saat ini diharapkan dapat merangsang minat masyarakat untuk mengembangkan pertanian tanaman padi di lahan-lahan yang tersedia di tiap wilayah dengan berkoordinasi dan pendampingan kepada PPL di lapangan. Dengan setting tersebut, lahan Lampung Selatan siap dibuahi untuk mensukseskan Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia 2045.