Sabtu, 20 April, 2024

Pengamat Soroti Fenomena Calon Tunggal di Pilkada Serentak

MONITOR, Jakarta – Potensi calon tunggal terjadi di 11 wilayah pada Pilkada serentak 2018 nanti. Diantaranya terjadi di Kabupaten Lebak, Kabupaten Tapin, Kota Prabumulih, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Mamberano Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan Kabupaten Padang Lawas Utara.

Menanggapi hal itu, Direktur Bhinneka Institute Ridwan Darmawan mengatakan munculnya 11 pasangan calon hanya melawan kotak kosong memiliki tiga indikasi. 

Indikasi pertama, gagalnya pengkaderan partai politik dalam menyiapkan kader-kader terbaiknya di suatu daerah untuk muncul dan maju sebagai calon kepala daerah. 

Kedua, setelah gagal menciptakan kader-kadernya di wilayah, partai akhirnya bersikap instan, mengambil tokoh yang sudah populer, punya uang, lebih-lebih yang sudah memegang infrastruktur atau jabatan politik. 

- Advertisement -

"Makanya tidak heran jika parpol berbondong-bondong mencalonkan calon petahana," katanya. 

Ketiga, realistis. Pada akhirnya, di penghujung masa pendaftaran, partai politik bersikap realistis dengan realita politik yang ada, guna memenuhi pencalonan di daerah, agar tidak ketinggalan gerbong kereta koalisi. 

Akan tetapi, Ridwan menilai peristiwa ini jangan sampai dibiarkan larut, karena bisa menciptakan dinasti, korupsi, dan partisipasi politik yang rendah di masyarakat. 

Di beberapa partai politik sudah terdapat pelatihan kader, dari pemula hingga utama. "Tinggal dimaksimalkan, dikuatkan konsepnya, dan yang utama adalah konsisten," ujarnya.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER