Pengamat Apresiasi Kedekatan Kapolri dengan Ulama

MONITOR, Jakarta – Kehadiran Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian saat ceramah Ustadz Abdul Somad di Masjid Az-zikra, Sentul, Kabupaten Bogor Jawa Barat, pada Minggu (4/3) lalu mendapat apresiasi dari kalangan pesantren.

Selain itu, ada juga partisipasi dan donasi Kapolri dalam gerakan 3000 tangki air bersih untuk Yaman, yang diapresiasi oleh Yayasan Syekh Ali Jaber.

Berdasarkan hal tersebut, banyak berbagai kalangan yang menilai adanya indikasi kedekatan Kapolri dengan sejumlah tokoh dan ormas Islam yang menyebut hal itu sebagai ajang Kapolri Jendral Tito Karnavian untuk memberi sinyal kalau mantan deputi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) itu digadang untuk meningkatkan elektabilitasnya pada bursa pencalonan Cawapres di Pilpres 2019 mendatang.

Pengamat Politik Indobarometer, Muhamad Qodari menilai apa yang dilakukan Kapolri itu adalah hal yang wajar-wajar saja karena masih dalam tupoksi nya Kapolri.

“Begini, pak kapolri kan punya tupoksi untuk menjaga ketertiban jadi dalam kerangka itu sebetulnya ya wajar-wajar saja,” kata Qodari saat diwawancara dalam sebuah diskusi dikawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (7/3).

Menurutnya, dalam sebuah pergulatan politik itu ada apa yang dinamakan efek-efek samping, yang akan membias terhadap tokoh tersebut.

“ya kira-kira begitu, bahwasannya ada efek kemudian tambah populer dikalangan islam itu namanya bonus,” ujar Qodari.

Meski demikian, Qodari menganggap hal tersebut biasa saja sebab memang sudah menjadi tugas Kapolri. Dan terkait kabar yang menyebutkan Kapolri yang digadang mendampingi Jokowi, Qodari menegaskan hal tersebut semua tergantung dari Jokowi sendiri.

“Tetapi sebagai seorang kapolri memang sudah tugasnya demikian, anyway begini mengenai soal wakil presiden ini dari semua jenis hasil analisa kita ini, partai ini mau begitu, tokoh itu mau begitu. Kuncinya itu ada pada Pak Jokowi, orang dia bandarnya kok dan terserah dia mau sama siapa,” kata Qodari.

Menurutnya, saat ini semua tokoh dan pejabat publik sedang usaha untuk dapat dilirik Presiden Jokowi, sehingga masih banyak kemungkinan siapa tokoh yang nantinya akan dipilih Jokowi untuk maju di Pilpres.

“Ya.. jelas bosnya presiden lah, karena bekerjasama presiden kan begitu,” tandasnya.