Undang PT KAI, Jonan Berbagi Pengalaman Benahi Perkeretaapian

Menteri ESDM, Ignasius Jonan bersama Kepala Daerah Operasi 2 Jawa Barat Saridal, Direktur Logistik dan Pengembangan PT KAI Bambang Eko Martono, dan Corporate Deputy Director Passenger Commercial Marketing and Sales Mukti Jauhari

MONITOR, Jakarta – Usai memberikan pengarahan kepada para Pejabat Tinggi Pratama dan Pejabat Fungsional di Badan Geologi, Sabtu (4/8), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengundang tiga mantan rekan kerjanya di PT Kereta Api Indonesia, yakni Kepala Daerah Operasi 2 Jawa Barat Saridal, Direktur Logistik dan Pengembangan PT KAI Bambang Eko Martono, dan Corporate Deputy Director Passenger Commercial Marketing and Sales Mukti Jauhari untuk berbagi pengalaman dalam membenahi dunia perkeretaapian Indonesia.

Salah satu kunci yang terpenting dalam perubahan adalah kedisiplinan. Hal itulah yang dikenang Saridal akan kepemimpinan Jonan di PT KAI. “Waktu zaman Pak Jonan, kunci utama adalah disiplin, aturan harus dipenuhi,” kisah Saridal.

Tidak jauh berbeda dengan Saridal, Mukti Jauhari juga bercerita tentang kepemimpinan Jonan yang realistis. “Kami juga diajari kalau kita mau melakukan sesuatu jangan terlalu muluk-muluk, jadi bikin program itu jangan bagus saja, pokoknya 75 persen jalan, nanti perbaikannya sambil jalan,” kenangnya.

Begitu pula dengan Bambang, beliau bercerita tentang keberanian Jonan menggebrak kesemrawutan kereta api. “Beliau terkaget-kaget dengan kondisi kereta api saat lebaran waktu itu, banyak penumpang berdiri, masuk lewat jendela. Beliau bilang, ‘Ini nggak manusiawi ini, taun ngarep gak usah (tahun depan tidak usah). Itu luar biasa, tidak ada keberanian sebelumnya. Lebaran tahun berikutnya mulai diberlakukan satu penumpang satu seat,” ujar Bambang.

Waktu itu, kenang Bambang, kebijakan tersebut menuai pro dan kontra, termasuk di kalangan PT KAI sendiri. “Dengan kita biarkan tidak ada batasan penumpang saja pendapatan hanya sekian, apalagi dibatasi. Ternyata perkiraan dan argumentasi itu salah semua. Ketika dibatasi, pendapatan malah naik. Salah satu kelebihan beliau kalau melihat dua tiga langkah ke depan,” imbuhnya.

Setelah mendengar cerita para koleganya, Jonan berharap Badan Geologi dapat melakukan perubahan dan menjadi nomor satu. “Intinya saya ingin Badan Geologi ini menjadi seperti USGS (United States Geological Services), menjadi hebat. Saya ingin ini menjadi nomor satu,” tandas Jonan