Tarik Investasi, Jokowi dorong para Menteri rajin silaturahim ke Timur Tengah

MONITOR, Karawang – Presiden Jokowi mengatakan bahwa pemerintahannya terus melakukan upaya menarik investor dari negara-negara Timur Tengah. Salah satunya memerintahkan kepada menteri-menteri terkait kita agar setiap 3 bulan harus muter ke negara-negara yang kaya.

“Uangnya berlebihan kenapa mereka menginvestasikan justru ke Eropa, ke Amerika, ke Cina. Kenapa enggak ke kita? Karena kita tidak pernah silaturahim dan menyampaikan apa kebutuhan kita,” katanya saat bersilaturahmi dengan Alim Ulama dan Tokoh Masyarakat se-Kabupaten Karawang, di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, seperti dikutip dari laman setkab.go.id, Rabu (6/6/2018).

Menurut Jokowi, setelah dirinya bertemu dengan Raja Salman dari Arab Saudi dan Putra Pangeran Uni Emirat Arab Syeikh Muhammad, ketika berkunjung ke kedua negara tersebut pada 2015 lalu kurangnya silaturahim dari Indonesia ke negara-negara tajir di Timur Tengah diketahui menjadi salah satu penyebab kurangnya investasi.

“Saya tanya ke Raja Salman, kenapa Arab Saudi juga tidak investasi pertambangan di Indonesia, investasi di negara kita. Waktu ketemu dengan Syekh Tamim Qatar, saya tanyakan juga hal yang sama. Apa jawabannya? Ya karena Indonesia enggak pernah silaturahmi dengan kita, enggak pernah silaturahim dengan kita,” ungkapnya.

Setelah itu, lanjut Presiden, dirinya memerintahkan kepada menteri-menteri kita agar setiap 3 bulan harus mutar ke negara-negara itu, untuk silaturahmi dan menyampaikan apa kebutuhan kita, apa yang ingin dibangun di Indonesia untuk dikerjasamakan untungnya untuk kedua negara.

“Inilah yang terus kita bangun agar kedekatan-kedekatan itu ada. Jangan mau dibelok-belokan kemana-mana. Katanya kita membuka, apa, investasi  dari China, dari Korea , dari Jepang. Enggak. Justru kita sekarang ini ingin agar negara-negara Timur Tengah itu banyak investasi di Indonesia,” tandasnya.

 

Sumber : setkab.go.id