Kepala BKP Kementan Sidak ke Pasar Mandiri Sako Palembang

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi saat melakukan sidak di Pasar Seko Mandiri, Palembang (Foto: Humas BKP)

MONITOR, Jakarta – Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi melakukan sidak (inspeksi mendadak) mengecek ketersediaan pangan dan harga di pasar Sako Mandiri di jl. Siaran, Palembang. Sidak itu ia lakukan disela-sela kunjugan kerjanya ke Sumatera Selatan, Rabu (23/5).

Sidak dilakukan mulai jam 07.30, Agung didampingi Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Palembang, Muslim.

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi saat melakukan sidak di Pasar Seko Mandiri, Palembang (Foto: Humas BKP)

“Saya akan mengecek ketersediaan dan harga bahan pangan, karena sangat penting untuk menjaga stabilisasi harga pangan dan pasokan, agar kebutuhan pangan masyarakat tercukupi,” ujar Agung.

Begitu tiba di pasar yang buka dari pukul 03.00 sampai jam 11.00, Agung langsung menuju kios penjual daging. Agung pun langsung mengecek dengan melakukan tanya jawab dengan pedagang setempat.

“Berapa harga daging sekilo?,” tanya Agung.

“Harga daging sapi sudah mulai turun dibanding awal ramadhan. Minggu lalu masih sekitar Rp. 150.000,-/kg. Sekarang berkisar Rp.130.000,- – Rp. 140.000,- kata Firdaus menjelaskan.

Menurut Firdaus, hanya pada awal ramadhan permintaan naik, sehingga harga juga ikut naik. “Kalau sekarang berangsur-angsur terus turun,” tambah Firdaus.

Selanjutnya Agung beranjak ke kios pedagang daging ayam. “Berapa harga daging ayam perkilo,” kata Agung.

“Harga daging ayam sudah turun pak. Beberapa hari lalu masih Rp.40.000,-/kg, sekarang menjadi Rp.36.000,- dan ada kemungkinan bisa turun lagi, karena stoknya banyak, tapi pembelinya kurang,” kata Evi.

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi saat melakukan sidak di Pasar Seko Mandiri, Palembang (Foto: Humas BKP)

“Kami berjualan tidak mahal-mahal. Takut sepi pembeli. Sedikit untung nga apa-apa yang penting laku,” tambah Evi yang mengaku mampu menjual 200 kg daging ayam setiap harinya.

Sasaran sidak berikutnya adalah “Toko Amir” yang menjual telur. “Berapa harga telur perkilo,” tanya Agung.

“Harga telur sudah turun pak dibanding dua hari yang lalu. Kalau semula Rp. 22.000,-/kg, sekarang hanya Rp.21.500,-” kata Agus.

Dipasar tradisionil ini harga bawang merah dijual Rp. 32.000,-/kg, bawang putih Rp. 20.000,-/kg, cabe merah keriting Rp. 20.000,- dan beras medium dibawah Rp.9.000,-

Usai sidak di Pasar Mandiri Sako, Agung juga mengecek ketersediaan dan harga pangan di pasar ritel modern.

Dipasar ritel modern ini Agung mendapat penjelasan dari petugas pengadaan barang.

“Daging ayam ras kami jual Rp. 34.000,’/kg. Kalau telur Rp. 21.500,- dan daging sapi Rp. 109.000,- Sedangkan daging kerbau beku dan daging sapi beku Rp. 80.000,-/kg,-” ujar Sigit.

Ketika melihat harga bawang merah dijual Rp. 51.900,- dan cabe merah keriting Rp. 49.900,- serta cabe rawit merah mendekati seratus ribu, Agung langsung bereaksi.

“Ini kenapa harganya mahal sekali. Di pasar tradisional harganya jauh lebih murah. Tolong segera harganya diturunkan, kasihan masyarakat kalau begini,” tegas Agung.