Jokowi Naikan Operasional Babinsa Ratusan Kali Lipat

MONITOR, Jakarta – Setelah mencairkan gaji THR dan Gaji ke-13 bagi ASN (PNS, TNI dan Polri) Presiden Jokowi memberi ‘hadiah’ berupa kenaikan biaya operasional 771% bagi Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang ada di seluruh wilayah terutama di pelosok-pelosok.

“Saya umumkan mengenai kenaikan tunjangan kinerja (tukin) yang akan juga diberikan di bulan Juli. TNI dan Polri semuanya naik menjadi 70 persen,” katanya saat memberikan sambutan pada acara Buka Puasa Bersama dengan Keluarga Besar TNI/Polri dan Masyarakat, di Lapangan Upacara Gedung Sudirman, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (5/6) petang.

Khusus untuk Bintara Pembina Desa (Babinsa), mulai bulan Juli ini pemerintah akan menaikkan biaya operasional Bintara Pembina Desa (Babinda), dari sebelumnya Rp310.000,00 menjadi Rp2.700.000,00.

“Ini melompat 771 persen,” kata Presiden Jokowi.

Bahkan untuk pendapatan operasional Babinsa yang tertinggi, lanjut Presiden Jokowi, yang kemarin Rp1.335.000 dinaikkan menjadi Rp3.600.000.

“Mereka ini adalah yang paling depan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, terutama yang ada di daerah, yang ada di desa, yang ada di pelosok, yang ada di pinggiran. Oleh sebab itu diberikan tunjangan yang lebih. Kita berharap ada kinerja yang lebih baik, lebih konkret, lebih bagus,” katanya.

Jokowi menegaskan jika kebijakannya tersebut bukan karena kepentingan politik.  Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta tetsebut, TNI/Polri itu politiknya adalah politik negara, tidak boleh kemana-mana, sudah jelas.

“Saya tekankan berkali-kali kepada Panglima, kepada Kapolri semuanya, selalu saya tekankan itu. Politik TNI dan Polri adalah politik untuk negara. Negara itu siapa? Rakyat, pemerintah yang sah,” tandasnya.