Gandeng TNI, BKKBN Gelar Bakti Sosial TNI Manunggal KB-Kesehatan

Indonesia saat ini sedang mengatasi permasalahan gizi ganda

Forum Jurnalis BKKBN

MONITOR, Jakarta – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama perwakilan TNI dan Para Pejabat Tinggi BKKBN serta membahas terkait persiapan kegiatan pelaksanaan Bakti Sosial TNI Manunggal KB-Kesehatan Tahun 2018. Bakti Sosial tersebut akan dilaksanakan di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) yang merupakan Kabupaten Prioritas Penggarapan Stunting berdasarkan data 100 kabupaten dan kota prioritas untuk intervensi anak kerdil (stunting).

Pelaksana Tugas Deputi Advokasi, Penggerakan dan Informasi BKKBN, Agus Sukiswo menjelaskan maksud dan tujuan Bakti Sosial TNI Manunggal KB-Kesehatan salah satunya yakni sebagai tindak lanjut Nota Kesepahaman antara BKKBN dengan TNI.

“Percepatan capaian Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) melalui Bakti Sosial TNI Manunggal KB-Kesehatan (TMKK) yaitu untuk mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan Keluarga Sejahtera,” papar Agus dalam acara Forum Jurnalis di Kantor BKKBN Jakarta, Selasa (24/4).

Dikatakan Agus, Indonesia saat ini sedang mengatasi permasalahan gizi ganda, yaitu kekurangan gizi seperti wasting (kurus) dan stunting (pendek) pada balita, anemia pada remaja dan ibu hamil serta kelebihan gizi termasuk obesitas baik pada balita maupun orang dewasa.

“Ini adalah sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden untuk pembentukan Kampung KB. TNI merupakan mitra kerja yang sangat potensial dalam mempercepat pencapaian keberhasilan program, sehingga dapat menekan angka kelahiran. Berdasarkan angka kelahiran total (TFR) hasil sementara SDKI tahun 2017 yaitu 2,4, dengan laju pertumbuhan penduduk (LPP) sebesar 1,49% per tahun pada periode tahun 2000-2010 menjadi 1,38% per tahun pada kurun tahun 2010-2015, lalu menjadi 1,19% per tahun pada periode tahun 2015-2010, CPR modern sebesar 57,9% dari target seharusnya sebesar 62,5%, unmet need (kebutuhan pelayanan KB yang tidak terpenuhi) sebesar 11,4%,” imbuh Agus.