Data BPS; Sektor Pertanian Jadi Penyumbang Terbesar Pertumbuhan Ekonomi

Menteri Pertanian, Andi Amran Sualiman saat menunjukan data BPS terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia

MONITOR, Surabaya – Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman patut berbangga diri atas raihan kinerja Kementerian yang dipimpinnya. Sebab, dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dirilis Badan Pencatat Statistik (PBS) pada Juli 2018, sektor pertanian dan perikanan menjadi salah satu penyumbang terbesar yakni 9,93 persen.

“Ini berdasarkan laporan (BPS). Tadi saya ikut rapat sidang kabinet, disebutkan pertumbuhan ekonomi 5,27 persen. Sangat memuaskan,” papar Amran disela-sela sambutannya pada Rapat Koordinasi program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) dengan sejumlah kementerian dan Kepala Dinas Pertanian se-Indonesia di Surabaya, Selasa (7/8).

Menurutnya, selama bebera tahun terakhir ini sektor pertanian mengalami pertumbuhan yang signifikan, terutama pada komoditas strategis.

Berikut komoditas strategis yang terus mengalami dalam beberapa tahun terakhir ini:

1. Komoditas padi 2014 hingga 2017 meningkat 14,86 persen dengan hitungan 70,86 juta ton pada 2014, 75,40 juta ton pada 2015, 79,35 juta ton pada 2016 dan 81,38 juta ton pada 2017.

2. Komoditas jagung meningkat 47,03 persen, dengan hitungan 19,01 juta ton pada 2014, 19,61 juta pada 2015, 23,58 juta ton pada 2016, dan 27,95 juta ton pada 2017.

3. Komoditas bawang merah meningkat 19,51 persen, dengan hitungan 1,23 juta ton pada 2014, 1,22 juta pada 2015, 1,44 juta ton pada 2016, dan 1,42 juta ton pada 2017.

4. Komoditas Cabai naik 25,53 persen, dengan hitungan 1,88 juta ton pada 2014, 1,92 juta pada 2015, 1,96 juta ton pada 2016, dan 2,36 juta ton pada 2017.

5. Kelapa sawit 29,13 persen dengan hitungan 70,85 juta ton pada 2014, 75,48 juta pada 2015, 79,35 juta ton pada 2016, dan 81,38 juta ton pada 2017.

6. Komoditas Pala 5,07 persen dengan hitungan 32,73 juta ton pada 2014, 33,71 juta pada 2015, 33,31 juta ton pada 2016, dan 34, 39 juta ton pada 2017.

7. Sementara untuk ayam ras pedaging tumbuh 17,67 persen.