Atasi Pelemahan Rupiah Lewat Ekspor Bawang Merah

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman melakukan launching Ekspor Bawang Merah dari Brebes ke Thailand (Foto: Nurhandi)

MONITOR, Brebes – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan launching Ekspor Bawang Merah dari Brebes ke Thailand, Rabu (1/8). Tak tanggung-tanggung, jumlah bawang merah yang diekspor kali ini mencapai 5.600 ton.

Dalam kesempatan tersebut, Mentan menjelaskan bahwa ekspor kali ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, yakni mengatasi masalah pelemahan Rupiah terhadap Dollar melalui ekspor.

“Perintah presiden mari kita cetak dollar disaat rupiah melemah, Alhamdulillah tahun ini kita targetkan naik 100 persen ekspor bawang merah dari Indonesia ke beberapa negara,” ujar Menteri Amran di lokasi Launching Ekspor Bawang Merah dari Brebes ke Thailand.

Menurutnya, pelemahan nilai tukar rupiah dapat menjadi momentum untuk meningkatkan pendapatan negara, salah satunya melalui ekspor komoditas termasuk bawang merah.

“Ini adalah golden momentum untuk pertanian kita dorong, karena kondisi rupiah kita melemah, kita cetak devisa kita cetak dollar hari ini, itu perintah Bapak Presiden,” tandasnya.

Lebih lanjut Amran menjelaskan, Indonesia kini telah bangkit dari ketergantungan impor, dimana jumlah ekspor komoditas pertanian pada 2017 telah meningkat 24 persen dari tahun sebelumnya, yakni sebanyak 7.500 ton. Untuk tahun ini, pihaknya menargetkan peningkatan ekspor komoditas pertanian hingga 100 persen, atau minimal 15.000 ton.

“Yang dulunya kita impor, insya Allah naik 100 persen perkiraan minama 15 ribu ton, tahun lalu hanya 7500 ton, ini kita angkat tahun lalu ekspor kita 24 persen dari seluruh kompditas pertanian, kita harapkan tahun ini lebih tinghi lagi,” tegasnya.

“Harus diingat arahan Bapak Presiden ada dua hal yang bisa mensejahterakan petani dan rakyat Indonesia, investasi dan ekspor, hari ini kita lakukan ekspor,” pungkasnya.