Ambisi Jokowi Lanjutkan Proyek Insfrastruktur di Tanah Papua

Presiden Joko Widodo saat konferensi pers di istana (dok: instagram)

MONITOR, Jakarta – Di tengah penyelesaian kasus penembakan 31 pekerja proyek Trans Papua, Presiden Joko Widodo menegaskan dirinya telah memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk melanjutkan pembangunan jalan Wamena-Kenyam-Mamugu dan jalan Trans Papua sepanjang 4.600 kilometer.

Orang nomor wahid di negeri ini menjelaskan, ada 35 jembatan yang harus dibangun sepanjang Wamena ke Mamugu. Meski demikian, Jokowi mengakui pembangunan di Papua memang sangat sulit, baik dari segi medan, letak geografis, dan cuaca, dimana ketinggian wilayahnya mencapai 3.000-4.000 meter di atas permukaan laut.

Jokowi melanjutkan, rute Wamena ke Mamugu sepanjang 278 kilometer itu ketinggiannya di atas 3.000 meter sehingga diperlukan helikopter untuk dapat membawa alat berat dan aspal ke lokasi pembangunan.

“Kita tahu bahwa medan pembangunan di tanah Papua sangatlah sulit, tetapi rakyat Papua membutuhkan upaya luar biasa menggenjot pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, bandara, pelabuhan dan lain-lain demi memberi mereka ruang dan akses yang lebih cepat untuk menjangkau fasilitas pendidikan, kesehatan, pasar, atau bepergian ke kota atau desa lain,” tegas Jokowi saat konferensi pers di Istana, Rabu (5/12) kemarin.

Di tengah komitmennya membangun sarana infrastruktur di pedalaman Papua, Jokowi sungguh menyayangkan adanya insiden pembunuhan terhadap 31 pekerja infrastruktur oleh kelompok kriminal separatis bersenjata.

Ia lantas menegaskan, pemerintah tidak takut dengan aksi pembunuhan yang diduga dilakukan oleh kelompok tersebut terhadap sejumlah warga yang sedang bekerja melakukan pembangunan di Kabupaten Nduga, Papua. Baginya, tidak ada tempat bagi kelompok kriminal bersenjata di Papua maupun daerah lainnya.

“Kita tidak akan pernah takut. Kejadian ini membuat tekad kita semakin membara untuk melanjutkan tugas besar membangun Tanah Papua,” tegas Jokowi