Pemerintah Targetkan Jakarta Bebas Kendaraan Pribadi di Tahun 2029

MONITOR, Jakarta – Kemacetan yang telah menjadi pemandangan warga ibukota setiap harinya menjadi perhatian pemerintah pusat. Melalui Kementerian Perhubungan pemerintah berharap kemacetan di Jakarta akan benar-benar terurai pada 2029 mendatang.

Caranya yakni dengan terus menggenjot pembangunan infrastruktur khususnya di sektor transportasi publik.

"Pembangunan infrastruktur transportasi masal harus terus digenjot, langkah tersebut dilakukan agar masyarakat mengubah gaya hidup mereka yang gemar menggunakan kendaraan pribadi berpindah ke moda transportasi massal sebagai moda transportasi sehari-hari," ungkap Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam keterangan pers di Bandara Soekarno Hatta, Rabu (14/2).

Lebih lanjut Budi menjelaskan, jumlah masyarakat DKI yang menggunakan moda transportasi umum baru sekitar 40 persen, jumlah tersebut lebih rendah dari harapan pemerintah.

"Di 2029 penumpang yang bergerak di Jakarta itu 60 persen menggunakan sistem transportasi massal," ungkapnya.

Sistem transportasi massal yang ia maksud yakni meliputi mass rapid transit (MRT), light rail transit (LRT), Transjakarta hingga kereta rel listrik (KRL).

"Kalau kita ke Tokyo, itu akan kita lihat masyarakat lebih memilih transportasi massal daripada mobil sendiri karena waktunya tepat, ramah lingkungan dan murah," tuturnya.

Selain penambahan fasilitas transportasi, tutur Budi, pemerintah juga berupaya mengubah gaya hidup masyarakat yakni dengan membangun hunian berkonsep terintegrasi moda tranportasi atau transit oriented development (TOD).

Sejauh ini, dikatakan telah terbangun sekitar 10 proyek hunian TOD yag dibangun terintegrasi dengan stasiun MRT maupun LRT di Jakarta. 

Ia juga berharap agar kedepan jumlah tersebut dapat meningkat dengan adanya peran swasta. "Tak hanya BUMN," pungkas Budi Karya.