Pemerintah Harus Pastikan Stok Kebutuhan Pokok Jelang Ramadhan dan Idul Fitri Aman

Monitor, Jakarta – Kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat pada setiap momen hari besar keagamaan, seperti menjelang Ramadhan dan Idul Fitri sepertinya sudah menjadi rutinitas yang terjadi setiap tahun. Kenaikan harga biasanya kerap terjadi pada beberapa bahan komoditas, terutama daging sapi, beras dan gula pasir.

Menanggapi hal itu, Ketua Komite Daging Sapi Jakarta Raya, Sarman Simanjorang meminta pemerintah agar memastikan ketersediaan bahan pokok aman selama Ramadhan dan Idul Fitri 2017.

“Kalau stok aman bilang aman. Jangan sampai stok gak aman bilangnya kemasyarakat aman. Sudahlah pemerintah jangan pencitraan,” kata Sarman dalam acara Seminar Nasional terkait Stabilisasi Harga dan Pasokan Kebutuhan Bahan Pokok Menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2017 yang diselenggarkan Kaukus Muda Indonesia (KMI) di Hotel Grand Sahid Jakarta, Selasa (16/5).

Sarman melanjutkan, terkait kebutuhan masyarakat terhadap konsumsi dagaing, masyarakat saat ini diberi tiga pilihan antara daging lokal/presh, daging beku dan daging kerbau.

“Terserah masyarakat maunya apa, yang jelas kalau maunya daging presh tentunya harganya mahal, ada juga yang lumayan murah daging beku, selain itu ada juga daging kerbau. Hanya saja menurut saya pemerintah jangan paksa masyarakat yang tidak suka konsumisi daging kerbau untuk konsumsi itu. Hemat saya, kalau memang saat ini yang diandalkan daging impor, perbanyak stok daging impor,” terang Sarman.