Pemerintah anggap Pertemuan SBY dan Prabowo biasa saja

MONITOR, Jakarta – Pertemuan antaran petinggi Partai Gerindra, Prabowo Subianto dengan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sekaligus petinggi Partai Demokrat pada Kamis (27/7) malam dinilai wajar.

Pemerintah menganggap itu sebagai upaya komunikasi antartokoh partai politik (parpol).

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, menilai pertemuan antara kedua petinggi parpol ini adalah hal yang wajar. Dirinya tak menganggap hal tersebut dilatarbelakangi ketidaksetujuan atas UU Pemilu yang kemarin disetujui DPR dalam paripurna.

"Saya kira wajar ya bertemunya antarpimpinan parpol, bertemunya antartokoh nasional. Saya kira pertemuan Pak SBY dan Pak Prabowo adalah hal wajar," ujar Tjahjo usai menghadiri Rakor Pilkada Serentak 2018 di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Jumat (28/7).

Dia memandang pertemuan kedua tokoh parpol tersebut merupakan hal positif. Saat wartawan menyinggung kalau pertemuan tersebut dilatarbelakangi ketidaksetujuan terhadap UU Pemilu, Tjahjo meminta media tidak gegabah memberikan penilaian ke arah sana

“Jangan diartikan kalau ada fraksi atau parpol yang walk out terus menolak dan tidak mau akui UU. Apapun yang terjadi UU itu bagian dari proses yang dilaksanakan oleh seluruh parpol, secara politik DPR udah sepakat,” tambah dia.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo dan Ketua Umum Partai Demokrat, SBY melakukan pertemuan di Puri Cikeas, Bogor. Disampaikan kepada wartawan kalau pertemuan tersebut membahas masalah bangsa dan negara.

Advertisementdiskusi publik wagub dki