Peluncuran Pasar Lelang Hortikultura di Temanggung Bikin Heboh

MONITOR, Temanggung – Di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, Kementerian Pertanian mulai menggiatkan pengembangan pasar lelang hortikultura. Pasar lelang di level farm-gate ini dipastikan mampu memberi jaminan kepastian pasar maupun stabilitas harga tingkat petani.

“Banyak sekali manfaat pasar lelang di farm-gate, yakni petani menikmati harga tertinggi, cash and carry, tercipta one region one price, stabilitas harga di farm-gate, memangkas rantai pasok, tata kelola efisien, transparan dan fair,” ujar Suwandi, Direktur Jenderal Hortikultura, saat meresmikan pasar lelang sayuran di Temanggung, Rabu (23/5).

Suwandi menambahkan, keberadaan pasar lelang di farm-gate, betul-betul memberi perlindungan harga bagi petani. Para petani bisa menikmati manfaatnya, mulai dari membangun dan mengembangkan pasar lelang sayuran di farm-gate.

“Kita bekerjasama Pemda dan instansi terkait mengembangkan pasar lelang tingkat petani. Kita mendorong agar tumbuh inisiatif para petani bersama pedagang membentuk pasar lelang. Kini sudah berjalan pasar lelang cabai di Sleman, Kulonprogo, Magelang, Karanganyar, Wonogiri, Banyuwangi, Kediri, Malang, Siborong-borong. Beberapa daerah dalam proses inisiasi seperti di Kabupaten Karo, Solok, Lampung Timur, Enrekang, dan lainnya,” terangnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, kegiatan lelang bisa dilakukan dimana saja yang disepakati. Misalnya di saung kelompok tani, balai pertemuan, warung, kios, di tempat yang sederhana saja.
Sarana yang dibutuhkan juga seadanya, seperti alat timbangan, papan dan alat tulis, sarana listrik dan lainnya.

“Lelang biasanya dilakukan sore atau petang saat hasil panen selesai diangkut ke tempat lelang,” jelasnya.

Suwandi mengatakan, apabila pasar lelang ini sudah berjalan secara rutin, maka ke depan Pemerintah turut memfasilitasi sarana alat sortasi, grading, packaging, hingga sarana online guna menginformasikan volume dan harga lelang.

“Cara lelangnya bisa pegadang langsung atau bisa tidak langsung (melalui sms ke juru lelang). Lelang secara langsung berarti pedagang langsung datang ke tempat lelang dan memberikan penawaran langsung,” jelasnya lagi.

Cara lelang tidak langsung misalnya melalui sms, peserta lelang menyampaikan penawaran kepada juru lelang melalui SMS atau Whatshap (WA). Dan setelah batas waktu yang ditentukan, juru lelang membuka harga penawaran dan mencatatnya dipapan tulis.

Dari catatan ini, penawar harga tertinggi menjadi pemenang. Selanjutnya, juru lelang menginformasikan sms ke pemenangnya dan pemenang datang langsung mengambil barang serta membayarnya tunai.

“Inikan simpel sekali, tempatnya juga sederhana, hanya butuh waktu 1-2 jam, fair dan transparan, dan secara tidak langsung turut membantu stabilitas harga di level pasar eceran. Kalau di farm-gate stabil kan akan berpengaruh pada stabilnya harga di eceran,” jelas Suwandi.

Dijelaskannya, pasar lelang ini bisa memutus tiga hingga empat mata rantai pemasaran. “Ini sangat menguntungkan petani dan sekaligus menciptakan persaingan sehat antar pedagang. Walaupun memutus rantai pasok, tapi tidak mematikan pedagang, sebab mereka ikut lelang,” sambungnya.

“Yang kita inginkan, melalui pasar lelang di farm-gate, kita ingin membangun dan mengembangkan sistem pemasaran produk pertanian transparan, fair dan sama sama memperoleh keuntungan wajar, win win solution,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Temanggung, Masrik Amin Zuhdi menjelaskan bahwa Temanggung sebagai sentra sayuran, cabai, bawang merah, bawang putih, bawang daun, kol, brokoli, memang harga yang terbaik sangat dibutuhkan petani. “Cara yang terbaik ya pakai pasar lelang ini. Sehingga Pemda Temanggung komitmen mengembangkan pasar lelang, tidak hanya cabai tapi komoditas hortikultura lainnya,” ucapnya.

Ia mengatakan, hebohnya penawaran lelang sangat wajar, lantaran para petani menunggu cemas dari setiap penawar. “Tadi diperoleh harga bagus cabai rawit merah Rp 14.000 perkg dan cabai merah keriting Rp 16.000 perkg. Harga ini lebih tinggi dibandingkan harga di petani kemarin Rp 12.000-13.000 per/kg,” ujar Masrik.

Ia memprediksi, Temanggung pada Mei – Juni 2018 panen cabai 6.600 hektare sehingga mampu memasok 108 ton perhari. Artinya, pasokan tinggi dan harga pada ramadhan dan idul fitri stabil.

Sementara itu, Yasmadi, Petani Champion Kabupaten Temanggung sekaligus Ketua Asosiasi Petani Cabai Bumiphala Temanggung dengan senyum sumringah mengucapkan terima kasih kepada Menteri Amran Sulaiman atas fasilitas yang diberikan.

“Kami terima harga lelang lebih tinggi dan dibayar tunai, langsung lunas, lah sebelumnya dibeli bakul dan pengepul itu dicicil pak, kadang 3 hari, kadang 1-2 minggu pak,” ujarnya.