Panglima TNI Sebut Masyarakat Indonesia Miliki Jiwa Ksatria

MONITOR, Jakarta – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyatakan, bahwa masyarakat Indonesia memiliki jiwa nasionalis dalam mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Penduduk Indonesia adalah sekumpulan manusia-manusia ksatria yang patriot karena memerdekan negaranya," ujar Gatot Nurmantyo di Gedung Nusantara 1 DPR, Jakarta, Rabu (27/9).

Dalam kontek seperti ini maka manusia Indonesia tidak bisa ditakut-takuti. Menurut Gatot, ia tidak akan takut. Apabila jati dirinya, jati dirinya kelompolnya apalagi negaranya terusik pasti dia akan mati-matian membelanya.

"Tidak diapa-apakan. Karena yang besar mengayomi yang kecil. Kalau normal-normal saja tidak masalah, itu kan perorangan," jelasnya.

Sementara, Panglima memberikan contoh soal Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/ PKI) yang terjadi beberapa waktu silam di Indonesia. Nyatanya orang-orang keturunan PKI sampai saat ini masih tetap ada di tanah air.

"Kalau kita lihat peristiwa G30S/PKI kedengarannya yang luar biasa, tetapi begitu selesai tidak. Buktinya siapa yang menulis aku bangga sebagai anak PKI. Orangnya ada di DPR, dia diapa-apakan nggak sama umat muslim, enggak diapa-apakan" jelas Gatot Nurmantyo.

Lebih lanjut, Panglima menuturkan itu lah merupakan keindahan dari Bangsa Indonesia yang disebut sebagai Bhineka Tunggal Ika.

"Itu hampir tidak pernah terjadi, pasti mengayomi. Bahasa indonesia pun diambil dari bahasa penyengat gurindam 12, Kalau pake bahasa ribut nanti. Itulah kehebatannya. Itulah Bhineka Tunggal Ika," tandas pria kelahiran Tegal, Jawa Tengah itu.

Seperti diketahui, Panglima TNI Gatot Nurmantyo menghadiri acara diskusi soal pancasila dan integrasi bangsa dengan fraksi Partai Keadilan Sosial (PKS) di Gedung Nusantara 1 DPR RI. Turut dihadiri juga oleh, Taufik Ismail, Mahmud MD dan anggota dari fraski PKS lainnya.

Jamkrindo-Jaminan Kredit Indonesia