Panglima TNI Sebut Isu 5.000 Senjata Bukan Informasi Intelijen

MONITOR, Jakarta – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo akhirnya buka suara terkait kabar pembelian 5.000 pucuk senjata ilegal yang belakangan ini menyudutkan namanya.

Gatot menuturkan, informasi yang dia sampaikan dalam acara silaturahmi TNI dengan Purnawirawan TNI pada Jumat, (22/9) kemarin, bukanlah informasi intelijen. Pasalnya yang boleh mengetahui informasi intelijen hanya Presiden saja.

"Yang kemarin saya sampaikan hanya akan belum terjadi kan. Maka semuanya informasi hanya boleh saya sampaikan kepada atasan saya Presiden. Menko Polhukam pun tidak Menhan pun tidak," ujar Gatot Nurmantyo di Nusantara 1 DPR, Jakarta, Rabu (27/9).

Kendati demikian, selama ini Gatot sangat menghargai peran daripada media. Akan tetapi, soal informasi ini hanya pimpinan negara lah yang bisa mengetahuinya.

"Saya, kenapa saya tidak mau. Bukannya saya tidak menghargai media karena yang saya sampaikan adalah informasi intelijen. Maka hanya Presiden yang boleh tahu," pungkas Gatot.

Seperti diketahui, adanya informasi yang disinyalir disampaikan oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, tentang adanya pihak-pihak tertentu yang merencanakan memasukan 5.000 senjata api ke tanah air sempat membuat geger sejumlah pihak.