Paket Kebijakan Ekonomi ke-15 Lengkapi Perbaikan Ekonomi

Monitor, Jakarta – Pemerintah meluncurkan Paket Kebijakan Ekonomi yang ke-15 di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (15/06) sore. Hal ini untuk melengkapi perkembangan yang positif pasca Paket Kebijakan Ekonomi I – XIV yang tercermin dalam kenaikan rating Ease of Doing Business dari peringkat 106 ke 91; kenaikan global competitive index dari peringkat 49 ke 42; dan rating layak investasi dari Standard and Poor’s (S&P), Fitch dan Moody’s.

“Perubahan ini sudah dilakukan dan pemerintah memandang belum cukup karena masih ada sektor-sektor lain yang masih bisa diperbaiki termasuk Ease of Doing Business,” kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung. Menurutnya, paket Kebijakan ini sudah ditunggu oleh dunia usaha, terutama yang berkaitan dengan logistik yang ada.

Dikutip dari situs Sekretariat Kabinet, Presiden telah memberikan target pada 2017, 2018, 2019, rating kemudahan berusaha atau Ease of Doing Business berada di bawah 40. Demikian juga dengan Global Competitiveness Index harus lebih baik dari yang sekarang, termasuk rating yang sudah menjadi investment grade harus dipertahankan dan diperbaiki.

“Harapannya dengan kebijakan ini, para pengusaha ataupun pemain yang selama ini logistiknya ada di luar, dengan perbaikan dan kemudahan ini diharapkan memindahkan dari luar ke Indonesia,” kata Pramono seraya menambahkan, apakah itu di Singapura, Malaysia, atau dimana saja.

Saat peluncuran Paket Kebijakan itu, Seskab Pramono Anung juga didampingi oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.