OTT Bupati Subang Cambukan Bagi Golkar

MONITOR, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) hari ini, Rabu (14/2), yang terjaring salah satunya kader Partai Golkar yakni Bupati Subang Imas Aryumningsih.

Menurut Informasi, Imas diamankan oleh KPK lantaran diduga terlibat kasus perizinan prinsip penggunaan lahan untuk perusahaan di daerahnya.

Menanggapi hal tersebut, Korbid Perekonomian Partai Golkar Azis Syamsudin mengaku sangat kaget dan tidak menduga apabila salah satu Kader yang diusung oleh partai Golkar itu ikut terjaring OTT KPK.

“Ini merupakan cambukan dan merupakan introspeksi ke depan bagi Partai Golkar untuk memperbaiki sistem dan memperbaiki sikap ke depan," kata Aziz Syamsuddin di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/2).

Aziz mengaku bahwa sebenarnya Golkar telah selektif dalam menentukan calon kepala daerah yang diusung, kendati diakui partainya tidak bisa mengontrol seluruh kadernya.

"Di dalam pelaksanaan hari-hari mereka di lapangan, kita tidak bisa kontrol 24 jam, juga dari sisi lain kita juga minta aparatur penegak hukum, baik itu polisi, KPK dan Kejaksaan untuk bisa melakukan secara objektif, jangan karena agenda-agenda target-target politik," ucapnya.

Ia menegaskan, secara mekanisme pendidikan kepartaian, Partai Golkar selalu menyampaikan dan memberikan "Doktrin" dari Ketua Umum Airlangga Hartato untuk tidak mendekati tindak pidana.

Melihat partainya menjadi sorotan publik karena kadernya kerap kali diberitakan terjerat kasus korupsi, Aziz mengungkapkan bahwa hal tersebut merupakan cambukan keras untuk partainya untuk kedepan memperbaiki sistem internal.

"Kita lihat perkembangannya, dari sisi mana ini yang perlu kita perbaiki, ya kita perbaiki. Tentu ini juga perlu didukung dari seluruh komponen bukan hanya internal Partai Golkar tapi kita seluruh komponen bangsa" Tutur dia.

Terkait Imas yang akan maju sebagai Bupati Subang kembali di Pilkada Serentak 2018, Aziz mengaku hal tersebut otomatis akan mengganggu konsolidasi partai dan imbasnya kepada pilar demokrasi. "Perkembangan dan pertumbuhan bangsa ini juga akan tertanggu," tutur Aziz. 

Tak hanya itu, Golkar yang juga mengusung Tagline Golkar Bersih. Secara tegas ia menuturkan langkah kongkrit Golkar bersih yaitu menghargai proses hukum yang sedang berjalan. "Golkar secara institusi tidak melegalkan dan tidak akan melakukan toleransi terhadap oknum-oknum dari partai yang melakukan tindak pidana korupsi" Tegasnya.

Seperti yang diketahui, Imas duduk sebagai Bupati Subang menggantikan Bupati terdahulu, yaitu Ojang Sohandi yang juga terkena OTT sebelumnya. Ojang terjerat dalam kasus upaya suap pengamanan kasus korupsi BPJS Subang tahun 2014.
 

Advertisementdiskusi publik wagub dki