Nilai Amin Rais Figur Politikus ‘Comberan’, Begini Balasan Kader PAN ke Hanura

MONITOR, Jakarta – Pernyataan Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah yang menilai figur Ketua Dewan Kehormatan DPP PAN Amien Rais sebagai politikus "comberan" terus menuai aksi balasan dari sejumlah kader partai berlambang matahari putih tersebut.

Wakil Ketua Umum DPP PAN Taufik Kurniawan misalnya, ia menilai pernyataan Inas menunjukan ketidakpahamannya dalam menanggapi suatu persoalan.

"Sekarang begini, kalau saya sampaikan itu konteksnya adalah menyampaikan tausiyah politik di masjid. Kalau masalah comberan atau tidak hanya 
Allah yang tahu, tapi paling tidak seseorang itu, ini bisa mengatakan seperti itu mungkin Hanura kurang paham dalam konteks apa arti yang dimaksud dalam Al quran surat 58 ayat 19-22," ucap Taufik di Komplek Parlemen, Senayan, Senin (16/4).

Seakan tidak mau terpancing lebih jauh, Taufik justru meminta semua pihak untuk kembali pada proporsinya masing-masing, bahwa apa yang disampaikan Amien Rais di Mampang merupakan pernyataan khutbah.

"Sekali lagi sudahlah kita kembali ke proposi masing-masing, masing-masing di sini ini adalah koteksnya khotbah. Khotbah sama sekali tidak dilarang, kalau dibatas-batasi saya yang pertama kali menolak, siapapun tidak boleh termasuk juga pak pendeta, dan pak pastur tidak boleh diarah-arahkan dan didorong-dorong kepentingan tertentu," ujarnya.

Lebih lanjut, ketika ditanyakan apakah pernyataan Inas akan ditanggapi melalui jalur hukum, seperti yang dilakukan sejumlah pihak terhadap pernyataan Amien Rais?. Ia mengaku partainya sedang mengkaji tindak lanjut dari statement yang dilontarkan kader Hanura tersebut.

"Nah itu masalah dilaporkan balik atau tidak PAN sedang mengkaji, mengkaji bagaimana yang terbaik. Kalau, ini juga mencemarkan nama baik PAN juga, selaku partai," ungkap wakil ketua DPR RI itu.

"Apa yang disampaikan Pak Amin koteksnya pasca salat subuh di mesjid, lain halnya kalau berstetman tidak melalui twitter, tidak melalui Medsos. Artinya itu sebagai pemuka agama, sebagai ustad, alim ulama itu gak ada masalah menurut saya," pungkas Taufik.