Nikah Massal Menuai Apresiasi Kemenag

MONITOR, Jakarta – Kementerian Agama memberikan apresiasi terhadap program nikah massal yang digagas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di malam pergantian tahun baru 2018. Direktur Jenderal Bimas Islam Muhamadiyah Amin menyatakan, DKI Jakarta merupakan provinsi yang pertama kali melaksanakan program tersebut.

"Saya kira, DKI Jakarta menjadi pemerintah daerah pertama yang melaksanakan program ini," ujar Muhamadiyah Amin.

Menurutnya, program nikah massal patut diapresiasi, karena merupakan bentuk nyata pelayanan negara bagi masyarakat. Dalam nikah massal kali ini, seluruh pasangan pengantin dibebaskan dari biaya nikah karena tergolong sebagai warga tidak mampu. 

"Selamat kepada pemerintah provinsi DKI Jakarta yang telah melakukan program inovatif ini," ujarnya. 

Muhamadiyah Amin juga memberikan apresiasi kepada Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta yang telah memberikan pelayanan administratif kepada seluruh pengantin. 

"Selamat dan terimakasih juga kepada Kanwil Kementerian Agama DKI Jakarta yang telah melakukan sinergi yang sangat positif dengan pemerintah daerah," ujar Dirjen Bimas Islam. 

Diketahui, sebanyak 437 pasang pengantin baru ini, telah tercatat secara administratif di Kementerian Agama lewat aplikasi Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH). Sebanyak 100 penghulu diturunkan untuk mensukseskan program nikah massal ini.