MUI Dukung Kebijakan Kemendikbud Terapkan Sekolah 5 Hari

Monitor, Jakarta – Kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terkait sekolah lima hari terus menuai polemik. Banyak yang menolak namun tak sedikit pula yang mendukung seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengapresiasi kebijakan tersebut.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Saadi mengapresiasi kebijakan sekolah lima hari Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang akan diterapkan pemerintah pada tahun ajaran baru.

"MUI dapat memahami dan mengapresiasi program PPK Kemendikbud tersebut. MUI menganggap kebijakan yang dilakukan Kemendikbud ini sangat tepat dan sesuai dengan kebutuhan penguatan karakter bangsa," kata Zainut di Jakarta, Rabu (14/6).

Zainut mengatakan MUI berharap beberapa komitmen Mendikbud Muhadjir Effendy dalam PPK dapat dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Mendikbud sendiri tambah Zainut sudah menemui MUI untuk mengkomunikasikan PPK tersebut dan menyampaikan sejumlah alasan mengenai penerapan kebijakan tersebut.

"Kemendikbud memastikan bahwa program PPK akan memberikan pengakuan dan penguatan terhadap eksistensi madrasah diniyah (madin), pondok pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan nonformal lainnya, melalui program kerjasama secara terpadu antara sekolah formal dengan lembaga pendidikan nonformal dan informal," kata dia.

Mendikbud tegas Zainut juga akan memberdayakan guru-guru madrasah diniyah, pesantren dan lembaga pendidikan informal lainnya baik melalui peningkatan kompetensi maupun kesejahteraannya.

Zainut mengaku telah mendapatkan penjelasan dari Mendikbud mengenai pelaksanaan program PPK yang akan dilaksanakan secara bertahap dan opsional. Bertahap maksudnya hanya diwajibkan kepada sekolah-sekolah yang sudah memenuhi standar kelayakan, baik dari aspek sarana prasarananya maupun ketersediaan guru dan tenaga kependidikan lainnya. (Ant)