Menuai Polemik, Enggar Janji Tak Akan Keluarkan Izin Impor Jagung

MONITOR, Jakarta – Kementerian Perdagangan membuka kran impor jagung untuk memenuhi kebutuhan industri. Meski bukan untuk persediaan pangan, kebijakan ini dinilai akan melukai petani jagung.

Terkait hal ini, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita pun angkat bicara. Ia memastikan impor jagung hanya untuk kebutuhan industri seperti makanan minuman, dan tidak akan masuk kedalam kebutuhan pakan maupun pangan dalam negeri.

"Saya tidak akan mengeluarkan izin impor jagung yang diproduksi dalam negeri, clear ya," tegas Enggar.

Dari informasi yang berkembang, rencananya pemerintah akan mengimpor jagung sebanyak 171.660 ton yang berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 21 Tahun 2018 tentang Ketentuan Impor Jagung, impor yang diizinkan untuk memenuhi kebutuhan industri, bukan pakan ternak.

Menurut Enggar, impor jagung untuk industri ini bukanlah hal baru karena telah terjadi bertahun tahun sebelumnya. Jagung yang diimpor pun merupakan bahan baku bagi industri yang berorientasi ekspor.

Bukan hanya untuk kebutuhan industri dalam negeri, impor komoditas tersebut juga digunakan untuk industri sebagai Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE). Keputusan tersebut diangap membantu mengangkat produksi laju perusahaan di Indonesia sehingga ekspor pun juga terangkat.

Kenapa harus impor? Enggar menjawab karena terdapat perbedaan kualitas, seperti kentang granula yang dalam mendapatkan nya harus impor. Enggar juga menegaskan jenis jagung impor tersebut berbeda dengan jagung konsumsi dalam negeri.

"HS (Harmonized) nya beda," kata dia.

Sementara pemenuhan pangan impor tumbuhan bekarbohidrat ini hanya dapat dilakukan oleh perum Buloh dan perusahaan yang memiliki Angka Pengenal Importir Produsen (API-P).

Menurut Enggar, ada sejumlah industri yang mendapatkan izin impor jagung, salah satunya Indofood. "Industri seperti Miwon, Tereos, Indofood. Itu jenisnya beda," jelas dia.

Nyatanya, terdapat lima perusahaan yang diizinkan yaitu, PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Nutrifood Indonesia, PT Miwon Indonesia , PT Sinar Unigrain Indonesia dan satu perusahaan lagi anak perusahaan Indofood.