Menteri Amran Panen Padi Tahan Genangan Air, di KHSS

MONITOR, Banjarmasin – Kabupaten Hulu Sungai Selatan (KHSS), Provinsi Kalimantan Selatan, dinilai memiliki potensi pertanian dengan memanfaatkan lahan rawa yang tersebar luas di negeri Lambung Mangkurat itu. Salah satunya lahan rawa di daerah Banua Borneo.

Setidaknya terdapat tiga Kecamatan di KHSS yanh memiliki potensi demikian, yaitu Daha Selatan, Daha Barat dan Daha Utara. Terdapat lahan rawa lebak seluas 23000 hektar, dan 19000 hektar diantaranya sudah dioptimalkan untuk tanaman pangan dan hortikutura.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman pada Rabu (15/11) ink kembali melaksanakan panen bersama masyarakat tani di KHSS, tepatnya di Desa Banua Hanyar, Kecamatan Daha Selatan.

Kawasan lahan rawa lebak Desa Banua Hanyar memasuki masa panen raya, dengan produktiviras rata-rata 7 hingga 8 ton/ha.

Mentan bersama Bupati HSS dan Masyarakat Tani, melakukan Panen Padi dilanjutkan dengan dialog.

Dalam kegiatan itu, Mentan menyatakan melihat Potensi Rawa Lebak Kalimantan sebagai Raksasa Tidur yang belum dibangunkan. "Kita ingin padukan semua potensi rawa lebak di indonesia," ujar Mentan usai membagikan bantuan benih padi varietas ciherang, impara 39 dan 42 sebanyak 5 ton, traktor roda empat 4 unit,  eskavator 4 unit dan hand traktor 10 unit. Total bantuan kementan untuk kabupaten hulu sungai selatan 6 Milyar lebih.

Lanjut Menteri Amran, pihaknya menitipkan kepada Dandim hulu sungai selatan agar mengawal dan mengerahkan Babinsa serta Pasukan Organik membangun tanggul persawahan rawa lebak,  kepada Polri dan Jaksa agar mendampingi kegiatan tersebut dari awal.

"Pak kadistan jangan takut ajak kapolres dan kajari minta dandim mengawal kegiatan untjk bangsa dan negara," tegas pria asal Sulaweai Selatan itu.

Mentan menambahkan, Kementerian Pertanian juga akan nerkoordinasi dengan para stake holder terkait di KHSS guna memenuhi pasokan BBM untuk peralatan meain yang dibutuhkan para petani.

"Kami juga akan melakukan rapat koordinasi dengan gubernur, pangdam, bupati dan stake holder lainnya, bapak bupati, saya minta untuk memenuhi BBM dan operasional alat mesin itu nantinya," pungkas Mentan.