Mentan Targetkan Produktivitas Kelapa Dalam Meningkat 300 Persen

MONITOR, Gorontalo – Target Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produktifitas kelapa dalam negeri tidak main-main. Itu terbukti dari arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kepada Direktur Jenderal Perkebunan, yang meminta fokus menggenjot sektor ini hingga 300 persen dalam waktu 5 sampai 7 tahun kedepan.

“Saat ini, walau produksi kita tertinggi namun dari sisi produktivitas kelapa dalam, kita jauh dibawah Filipina dengan  produktivitas kelapa dalam  yang mencapai 3,5 hingga 4 ton/ha, sedangkan Indonesia masih rata-rata 1,2 ton/ha,” ujar Mentan saat membuka “Rapat Kordinasi Nasional Pemda Penghasil Kelapa Dalam” di Gorontalo, Jumat (4/5).

Tantangan ini pun sontak diamini Dirjen Perkebunan. Tanpa banyak negosiasi, Dirjen Perkebunan Bambang yang hadir dalam Rakornas menyatakan siap untuk memenuhi target pencapaian Kementrian Pertanian.

Mentan melanjutkan, Presiden Jokowi telah memerintahkannya untuk terus menggenjot produksi tanaman spesial Indonesia, khususnya komoditas perkebunan dan rempah. Dimana, jika bercermin pada 500 tahun lalu, Indonesia menjadi negara bidikan  bangsa-bangsa lain karena memiliki kekayaan rempah yang tak  dimiliki bangsa lain di dunia.

“Mereka saling perang untuk mendapatkan rempah kita. Hasil tanaman perkebunan dan rempah, maupun buah-buah tropis Indonesia, harus diakui turut mempengaruhi perubahan peradaban dunia, baik di negeri Timur hingga Barat,” terang Mentan.

“Kita akan kembalikan kejayaan tersebut serta merebut semua peluang dan potensi pasar komoditas tersebut di dunia,” tegasnya optimis.

Pada kesempatan itu, Mentan juga membagikan bantuan kepada beberapa daerah penghasil kelapa dalam, seperti provinsi Gorontalo, mendapatkan bantuan bibit kelapa dalam seluas 50.000 hektar.

Di mata Mentan, Gorontalo saat ini cukup mampu menembus 10 pasar Negara Dunia dengan produk kelapa dalam. “Kita, sudah tembus pasar 10 Negara Dunia dan Gorontalo, salah satu daerah yang sudah ambil bagian dengan ekspor tepung kelapa, ke Afrika dan China serta beberapa negara di Eropa,” ujarnya.

Namun ia juga mengingatkan, apabila kucuran anggaran yang disediakan pemerintah tahun ini tidak direalisasikan secara serius, maka lanjut Mentan, anggaran tersebut akan dicabut kembali dan dipindahkan ke daerah lain yang membutuhkan.

“Mari kita, bersama-sama, kerja kerja kerja, seperti apa yang dipesankan Bapak Presiden, bertani cerdas untuk sejahterakan petani Indonesia,” ujar Mentan Andi Amran Sulaiman.