Mentan Heran Terjadi Kenaikan Beras Saat Stok Padi Aman

MONITOR, Jakarta – Menurut data Kementerian Perdagangan, harga beras medium pada Januari 2018 berada pada level Rp 11.041 per kilogram, yang artinya telah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp 9.450 per kilogram. 

Terkait kenaikan harga beras tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan, secara logika kenaikan harga beras seharusnya tidak akan terjadi mengingat stok beras saat ini telah mencukupi, terlebih Januari hingga April 2018 mendatang adalah masa panen puncak.

"(Petani) kita mulai tanam bulan apa? Oktober kan. Umur padi berapa? tiga bula, Oktober sampai Desember ada hujan, berarti tanam kan. Artinya Januari sampai April nanti kita sudah panen puncak," kata Amran usai menggelar acara makan bersama di kantornya, Jakarta, Kamis (11/1).

<iframe width="600" height="371" seamless frameborder="0" scrolling="no" src="https://docs.google.com/spreadsheets/d/e/2PACX-1vR3EhsQ3OyGjwQYnVltuNJNlIqw_tV4wmLqKp1-ND98MOUiBiT5mTNTXePZoo7pk3vNeE4ec6FdNBOl/pubchart?oid=181287784&amp;format=interactive"></iframe>

Lebih jauh Mentan ogah berkomentar terkait melambungnya harga beras yang terjadi di lapangan. Dimana belakangan kenaikan tersebut memunculkan opsi impor beras yang datang dari Wakil Presiden Jusuf Kalla.

"Jangan ditanya itu, biarlah saya memberi informasi tentang domain saya," tegas Amran seraya menjelaskan bahwa Indonesia telah berhasil tidak impor beras sejak 2016. "2018 pemerintah akan memberikan hal terbaik untuk rakyat Indonesia," tambahnya.

Menurutnya, Indonesia akan surplus beras hingga Maret mendatang, masing-masing pada Januari sebesar 329,320 ribu ton, Februari 2,9 juta ton dan Maret sebesar 4,971 ton. 

Untuk diketahui, sebelumnya Wakil Presiden Jusuf Kalla sempat menyebut opsi impor harus diambil jika harga beras tidak juga turun dalam waktu dekat.

"Itu bisa menstabilkan, tapi kita tidak mau ambil risiko. Kalau satu dua hari masih naik maka opsi impor tetap terbuka," kata JK pada Selasa lalu.