Mengembalikan Semangat Sejarah Lahirnya Partai Politik di Pilpres 2019

MONITOR, Jakarta – Wakil Sekertaris Jendral (Wasekjen) Internal Ormas Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) Dodi Prasetya Azhari mengatakan, politik seharusnya dapat diimpelementasikan untuk kesejahteraan rakyat. 

Hal itu ia ungkapkan menanggapi situasi perpolitikan Indonesia kini yang seakan-akan hanya mengejar kekuasaan. Terlebih kondisi yang demikian nampak pada partai-partai politik yang ada.

Padahal, kata Dodi, partai politik mempunyai posisi dan peranan yang sangat penting dalam setiap sistem demokrasi. Partai memainkan peran penghubung yang sangat strategis antara pemerintahan dengan rakyatnya.

"Politik itu sesungguhnya punya tujuan yang mulia untuk mensejahterakan rakyat dimanapun, kalau politik ada yang tidak benar itu hanya perilaku perorangan saja karena tergiur kekuasaan semata," kata Dodi, Minggu (11/3).

Menurut Dodi, setelah 19 tahun reformasi berguliir, fakta hari ini Indonesia dihadapkan pada situasi yang sangat miris. Perjuangan merawat demokrasi malah kini menjurus pada kelelahan massal warga Negara akibat korupsi, kolusi, kekerasan sosial, radikalisme dan kesulitan ekonomi yang akut.

Menuju Pemilu 2019 ini lah menurut Dodi sebagai momen yang tepat untuk disepakati bersama bahwa konsentrasi perjuangan partai politik harus bisa mensejahterakan rakyat, merubah situasi kemiskinan menjadi kemapanan. Mendorong tumbuhnya kehidupan ekonomi Nasional sesuai dengan aturan Undang-undang yang berlaku sehingga tujuan kesejahteraan dan keadilan sosial dapat terwujud

“Namun perlu disadari bersama bahwa tugas dan tanggung jawab partai politik yang sesungguhnya adalah berjuang. Berjuang untuk membebaskan rakyat dan bangsa dari penjajahan dalam bentuk apapun yang menyebabkan ketertindasan, kemiskinan dan kebodohan. Karena sesungguhnya Inilah filosofi dan landasan historis serta menjadi semangat berdirinya partai di belahan dunia ketiga dan negara paska kolonial, terutama di Asia, Afrika dan di Amerika Latin. Dengan demikian, partai bukan sekedar mesin elektoral. Seharusnya, partai dapat berperan sebagai alat pembebasan” tegas Dodi

Kehadiran partai politik seharusnya dapat menginspirasi kekuatan masyarakat lainnya agar lebih peka dan peduli terhadap masalah kesejahteraan, guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang masih jauh berada dibawah garis kemiskinan, yang pada gilirannya akan meningkatkan partisipasi rakyat dalam proses politik dan demokrasi karena telah terpenuhi segala kebutuhan dasar hidupnya.

Partai politik harus berkeyakinan bahwa stabilitas politik dan kualitas demokrasi di Indonesia akan terwujud apabila kebutuhan dan hak dasar rakyat terpenuhi. Politik transaksional, money politics, dan prilaku koruptif yang selama ini tumbuh subur dalam setiap pelaksanaan pemilu, akan semakin berkurang bahkan hilang seiring dengan tingkat kesejahteraan rakyat yang makin meningkat.

"Kesejahteraan adalah instrument pendorong meningkatnya loyalitas dan produktivitas." tutup Dodi.