Menag Ingatkan Auditor Itjen Kedepankan Sisi Pencegahan

MONITOR, Jakarta – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengingatkan, agar para auditor Inspektorat Jenderal (Itjen) harus selalu mengedepankan sisi pencegahan. Hal ini disampaikan Menag saat membuka Rapat Koordinasi Kebijakan Pengawasan (Rakorjakwas) Tahun 2018 pada (2/4).

“Titik tekan pada pengawasan itu adalah bagaimana pencegahan itu dikedepankan,” ujar Lukman.

Lukman menambahkan bahwa ketika unit kerja yang diibaratkan Kementerian Agama (Kemenag) sebagai rombongan yang sedang berada di persimpangan jalan, seorang auditor sebagai pemandu yang baik hendaknya berdiri sebelum rombongan melalui persimpangan jalan tersebut.

“Itulah fungsi pemandu, untuk mengarahkan apakah kita berjalan ke kanan atau ke kiri, bukan memandu di ujung kiri atau tidak menunggu di balik tikungan, itu namanya menjebak,” tegas Lukman, Jakarta, Selasa (3/4).

Dalam pembukaan rakor yang mengangkat tema 'Kementerian Agama Berintegritas dan Akuntabel', Lukman kembali mengingatkan bahwa mengemban fungsi pemandu merupakan tantangan yang tidak sederhana.

“Dengan fungsi seperti itu, posisi mereka yang ada di Itjen, itu ada satu atau dua tingkat di antara Aparatur Sipil Negara(ASN) yang lain. Pemandu harus lebih mengerti daripada yang dipandu,” ujarnya di hadapan 500 peserta.

Tanggung jawab mereka yang berada di Itjen tidak sederhana, pertama harus membenahi dirinya sendiri karena dia harus sudah mengerti Kemenag akan diarahkan ke mana. Itjen juga harus menpunyai kemampuan menyadarkan semua agar memiliki persepsi yang sama apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Seorang auditor harus menjadi teladan terlebih dahulu.

Kepada satuan kerja yang berada di bawah naungan Kementerian Agama, Lukman juga berharap agar dapat proaktif untuk berkomunikasi dengan para auditor.

Jamkrindo-Jaminan Kredit Indonesia