Melihat Kesiapan Infrastruktur Menyambut Mudik Lebaran 2017

Monitor, Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa mudik yang dilakukan masyarakat merupakan momen kebahagiaan berkumpul bersama keluarga. Oleh karena itu, Kementerian PUPR berupaya keras untuk melayani lebih baik dengan meningkatkan kesiapan infrastruktur jalan dan jembatan yang akan dilalui para pemudik. 

“Kami menyadari bahwa mudik sebagai 'real happiness' bagi masyarakat. Untuk itu, kami akan memberi pelayanan yang baik bagi pemudik agar mudik lebih cepat, lebih mudah, lebih aman dan nyaman," kata Menteri Basuki usai melakukan Rapat Kerja Persiapan Mudik 2017 di Komisi V DPR RI, Kamis (8/6).

Dikatakannya untuk mewujudkan kenyamanan dan kelancaran mudik lebaran, diperlukan tiga hal yakni sarana dan prasarana, regulasi yang memadai dan perilaku pengendara yang harus mematuhi regulasi yang sudah disepakati bersama apapun moda transportasinya. 

“Kami dari Kementerian PUPR bertanggungjawab membangun sarana dan prasarana jalan dan jembatan, selanjutnya diperlukan rekayasa lalu lintas seperti menentukan jalur-jalur alternatif dan pemberlakuan sistem satu arah saat arus mudik dan arus balik. Kemudian, para pemudik juga perlu berperilaku baik selama di perjalanan dengan menaati peraturan dan rambu lalu lintas, menjaga kondisi diri dan kendaraan,” tuturnya.

Menteri Basuki menambahkan kesiapan infrastruktur jalan tahun ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya dalam melayani arus mudik Lebaran. Seluruh ruas jalan nasional yang menjadi jalur utama yang dilalui pemudik dalam kondisi mantap dan beberapa ruas jalan yang tengah dilakukan perbaikan rutin akan dihentikan pada H-10 lebaran. Selain itu, tahun ini ada penambahan 402 km jalan tol yang dapat dilalui pemudik. 

Ruas tol tersebut yakni mulai Brebes Timur hingga Weleri sepanjang 110 Km. Ruas tol lainnya yang fungsional yakni dari Semarang hingga Surabaya sepanjang 227 Km dan 4 ruas tol di Sumatera sepanjang 65 Km. Kondisi jalan tol fungsional yang akan dilewati oleh pemudik dari Brebes Timur – Weleri adalah lapisan beton tipis (lean concrete) yang dapat dilalui dengan kecepatan 40-60 km/jam. 

“Dengan berfungsinya jalan tol dari Brebes Timur hingga Weleri, para pemudik sudah melewati beberapa kota yang tahun kemarin terjadi kemacetan seperti Brebes, Tegal, Pekalongan dan Batang. Untuk mengurai antrian keluar tol, juga terdapat 6 pintu keluar yakni dua ke arah utara lintas utama  dan empat ke arah selatan," jelasnya.

Selain itu, empat flyover yang dibangun Kementerian PUPR di Kabupaten Brebes yaitu, Dermoleng, Klonengan, dan Kesambi ditargetkan bisa dilalui pada H-10 serta flyover Kretek pada H-5 lebaran untuk mengurai kemacetan akibat perlintasan kereta api. Saat ini progres konstruksi Flyover Dermoleng sebesar 90,27%, Klonengan 95,37% dan Kesambi sebesar 85 % dan Kretek 77,41%.

"Dampak adanya fly over sangat bagus. Sebelumnya di daerah itu ada 97 kali kereta melintas. Sedangkan satu kali melintas itu kendaraan bisa berhenti 5 menit dan bila ditotal ada 485 menit, atau sekitar 8 jam berhenti. Itu akan hilang," lanjutnya. 

Sementara untuk 65 km Jalan Tol Trans Sumatera yang difungsikan yakni Tol Bakaheuni – Terbanggi Besar, Palembang-Indralaya, Medan-Binjai, dan Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi. (Ant)