Mantan Menteri Lingkungan Hidup Sayangkan Pemelintiran Isu Terkait Kinerja Menteri LHK

MONITOR, Jakarta – Mantan Menteri Lingkungan Hidup, Sarwono Kusumaatmadja, memuji kinerja Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar. Ini sekaligus meluruskan berbagai informasi yang dinilainya sengaja diplintir beberapa kalangan ke publik.

Ia menyayangkan banyak pernyataan-pernyataan Presiden Joko Widodo mengenai isu kehutanan dan lingkungan, yang justru diplintir sedemikian rupa, sehingga seolah-olah yang dikritik adalah kinerja Menteri Siti Nurbaya.

"Saya kira ini perlu diluruskan. Bahwasanya pernyataan Bapak Presiden itu tidak mengkritik Menteri LHK. Melainkan koreksi beliau pada kebijakan-kebijakan terdahulu, yang sedang diperbaiki oleh pemerintahan atau Menteri saat ini," kata Sarwono melalui rilisnya pada media di Jakarta, Rabu (20/12).

Dicontohkannya, terjadi pemlintiran berita memanfaatkan statment Presiden perihal penanaman pohon yang sifatnya hanya seremoni, ataupun saat mengungkapkan banyak penghamburan anggaran dalam jumlah besar namun minim manfaatnya di masyarakat. 

"Ini adalah ungkapan tentang kebiasaan-kebiasaan yang lalu-lalu, pada pemerintahan yang lalu," tegas Ketua Dewan Pengarah Penanganan Perubahan Iklim ini.

"Saya ini lama sebagai orang pemerintahan, jadi yakin bahwa yang dimaksud Presiden adalah kebijakan dulu yang sedang dilakukan langkah koreksi oleh pemerintah saat ini," tambahnya.

Mantan MenPAN pada Kabinet Pembangunan V inipun mengatakan bahwa di era Presiden Jokowi, sudah banyak terjadi perubahan di lingkup kerja Kehutanan dan Lingkungan Hidup Indonesia. 

Tanggungjawab menyatukan dua Kementerian ini saja katanya bukanlah kerja yang mudah. Diperlukan keberanian, ketegasan, kreatifitas dan keteguhan hati seorang Menteri. Semua itu dilihatnya ada pada sosok Menteri Siti, yang dinilai lebih banyak bekerja dalam sunyi.

"Saya melihat banyak sekali perubahan yang dilakukan Menteri Siti Nurbaya. Saya tahu sekali, dia bekerja keras siang dan malam nyaris tanpa henti. Kebijakan-kebijakannya saya nilai berani, dan wajar bila ada pihak-pihak yang merasa terganggu, lalu sengaja memlintir pernyataan-pernyataan Presiden," kata Sarwono.

Ia pun mengajak masyarakat untuk benar-benar jeli menyimak pernyataan-pernyataan Presiden, dan tidak termakan pemberitaan yang disajikan dengan kesalahan menangkap pesan.

 "Saya kira salah mengutip itu hanya untuk mencari ramai saja. Bagaimanapun, bilamana ada kebijakan baik untuk Bangsa ini, tentu harus kita dukung bersama," katanya.

Menurut Sarwono, di era Menteri LHK Siti Nurbaya, memang dilahirkan beberapa kebijakan berani yang belum pernah dilakukan pendahulunya. Seperti keluarnya PP perlindungan gambut, moratorium izin baru, serta penegakan hukum lingkungan yang berani menyasar korporasi nakal. Meski banyak mendapat tekanan, KLHK hingga saat ini diketahui masih teguh mempertahankan kebijakan-kebijakannya. Salah satu hasil nyatanya, Indonesia berhasil mengatasi kebakaran hutan dan lahan, setelah hampir dua dekade bencana itu selalu rutin dirasakan jutaan rakyat.