Makin Merajarela, Kepala BNN Perintahkan Anak Buahnya Tembak Ditempat Pengedar Narkoba

MONITOR, Surabaya – Peredaran dan penyelundupan Narkoba di Indonesia makin menjadi saja. Terbaru, BNN bersama Kepolisian dan Bea Cukai membongkar penyelundupan narkoba melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya yang merupakan jaringan internasional. 7,3 kg sabu diamankan dalam operasi yang berlangsung kemarin itu.  (Kamis, 11/1).

Menanggapi kian maraknya peredaran dan penyelundupan barang haram itu, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Polisi Budi Waseso memerintahkan anggotanya agar bertindak tegas dengan menembak mati setiap pengedar narkoba. 

Dia menilai cara itu cukup efektif untuk memutus mata rantai penyelundupan dan peredaran narkoba di Indonesia.

"Penegakan hukum di Indonesia selama ini kurang tegas dalam hal masalah narkotika. Itu sebabnya Indonesia menjadi negara sasaran bagi 11 negara penyuplai obat-obatan terlarang," ujarnya, dalam kesempatan di Surabaya, Kamis (11/1).

Untuk itu sejak menjabat sebagai Kepala BNN, Buwas, sapaan akrabnya, telah membekali anggota BNN dengan pistol.

"Tidak perlu pakai peluru hampa atau peluru karet. Tidak ada lagi tembakan peringatan bagi pengedar narkoba. Tidak perlu buang-buang peluru lagi. Saya perintahkan untuk tembak langsung tanpa peringatan," katanya, menegaskan. 

Dia menjelaskan, perintah tembak langsung itu ditanamkan kepada segenap anggota BNN di pusat maupun daerah karena penyelundup maupun pengedar narkoba selalu memperbarui modus demi dapat meloloskan suplai dari luar negeri. (ANT)