Kubu Prabowo diprediksi bakal sulit cari Kawan Koalisi

MONITOR, Jakarta – Pengamat politik Lembaga Analisis Politik Indonesia, Maksimus Ramses Lalongkoe mengatakan meskipun partai Gerindra telah medeklarasikan dukungannya kepada Prabowo untuk maju kembali sebagai Capres, namun ada kemungkinan juga kalau Partai Gerindra sedikit kesulitan menggandeng partai lain untuk berkoalisi dalam mengusung Prabowo sebagai Capres di Pilpres 2019.

Menurut Maksimus, hingga saat ini belum ada parpol yang secara 'Politik' menggandeng Gerindra untuk menyatakan dukungannya  kepada Prabawo sebagai kandidat Capres untuk bertarung melawan Jokowi.

"Saya melihatanya begini yah sampai dengan detik ini belum ada partai yang menyatakan dukungannya secara politik ke Prabowo. Gerindra bisa saja kesulitan dapat partai koalisi," kata Maksimus kepada  MONITOR, Senin (12/3).

Menurutnya, deklarasi Gerindra untuk mendukung Prabowo tersebut merupakan salah satu upaya untuk mendongkrak elektabilitas Prabowo yang masih belum naik secara signifikan.

Selain itu, ia mengatakan jika Ketum Gerindra ini berada pada kondisi sulit. Maka, hal tersebut bisa saja untuk partai lain yang sampai saat ini belum menentukan calon serta dukungannya bisa saja membentuk poros baru.

“Jika elektabilitas Prabowo terus turun maka bisa saja mereka  akan mengusung tokoh barunya yang bisa mengejar elektabilitas Jokowi," katanya.

Maksimus mengatakan, Di lain hal ini sangat terbalik apabila melihat dukungan politik yang diberikan kepada petahana Presiden Joko Widodo. Kata dia, Jokowi sudah mendapatkan dukungan dari berbagai partai besar yang juga berpengaruh seperti Partai Golkar dan PDI-P.

"Jokowi sudah mendapatkan dukungan dari sejumalah partai. Mereka sudah menyatakan dukungan politiknya bahwa mereka akan mengsung Jokowi di pilpres 2019 berbeda dengan prabowo belum ada sutupun partai yang secara real menyatakan dukunganya," imbuhnya.

Dia menambahkan, meskipun ada wacana terkait pembentukan poros baru. Namun menurutnya, hal tersebut tidak akan mengancam posisis Jokowi. Karena Jokowi memiliki pemilih yang fanatik. 

"Saya melihatanya begini pemilih Jokowi itu kan fanatik artinya kemungkinan tergerus suaranya Jokowi itu iya tapi presentasenya hanya sedikit dan tidak signifikan," tandasnya.

Seperti diketahui, Ketua Umum partai Gerindara Prabowo Subianto saat ini masih bungkam terkait pencalonan dirinnya pada pemilihan presiden (Pilpres) 2019 mendatang. 

Adapun, pada Minggu (11/3) kemarin, seluruh DPD Partai Gerindra secara kompak menyatakan dukungannya pada Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto untuk bertempur pada pilpres 2019.