Krisis Diplomatik Qatar, MUI Dorong Pemerintah Indonesia Upayakan Islah

Monitor, Jakarta – Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) mendorong Pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah terkait ketegangan yang terjadi di negara Timur Tengah. Pemerintah Indonesia diminta segera mendorong seruan Islah (perdamaian) secepatnya dan mendesak Sidang Darurat Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin mengatakan, hal itu untuk menghindari perpecahan dan peperangan antara sesama umat Islam dengan mengacu kepada prinsip-prinsip Piagam OKI.

Dia menjelaskan, prinsip yang dijadikan acuan yakni sesuai Pasal 1 ayat 1 Piagam OKI tentang memperkuat tali persaudaraan dan solidaritas sesama anggota OKI.

Kemudian Pasal 1 ayat 6 yakni mengembangkan hubungan antar negara anggota berdasarkan prinsip keadilan dan saling menghormati.

Serta Pasal 2 ayat 3 bahwa semua anggota OKI harus menyelesaikan sengketa secara damai dan tidak menggunakan ancaman dan cara kekerasan.

Selain itu, Din meminta negara-negara Islam anggota OKI mewaspadai dan menolak upaya intrik politik proxy war yang bercirikan nafsu politik saling curiga, saling menyudutkan, saling mengalahkan, dan saling fitnah terhadap segala kebijakan politik masing-masing negara.

"Baik di kawasan Timur Tengah maupun kebijakan hubungan dengan negara-negara lain," ucapnya.

Din mengingatkan kepada dunia internasional untuk tidak memperkeruh suasana dengan isu-isu diplomatik yang antagonistik, hegemonik, tiranik, dan politik pecah belah dalam pentas hubungan internasional.

"Termasuk ke kawasan negara-negara Islam dan berpenduduk mayoritas muslim," pinta mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu.

Tak lupa, ia mengimbau kepada umat Islam sedunia agar melakukan doa (Qunut Nazilah) dalam bulan Ramadhan ini untuk perdamaian dan keamanan dunia.

"Semoga Allah Swt senantiasa menjaga dan melindungi umat manusia dari pertentangan, perselisihan, dan peperangan demi terwujudnya Islam sebagai penyangga perdamaian dunia," tutupnya.