KPPRI Kecam Kunjungan Parlemen Myanmar ke Gedung DPR

MONITOR, Jakarta – Kaukus Perempuan Perempuan Parlemen Republik Indonesia (KPPRI) mengecam penerimaan Parlemen Myanmar saat berkunjung ke Gedung DPR RI, Selasa (12/9) kemarin. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Jendral (Sekjen) KPPRI, Irma Suryani Chaniago.

Irma menilai pimpinan DPR RI tak seharusnya menerima perwakilan Parlemen Myanmar, karena sebagaimana diketahui publik, Myanmar merupakan negara yang tidak menghargai nilai-nilai kemanusiaan di wilayah mereka.

"Pimpinan DPR RI harus melarang yang namanya parlemen Myanmar ke parlemen kita. Pimpinan jangan cuman berteriak aja. Mereka ini sudah tak menghargai nilai-nilai kemanusiaan disana," ujar Irma saat menggelar diskusi mengenai perkembangan warga Rohingya di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Rabu (13/9).

Lagi-lagi Politisi Nasdem ini secara tegas menolak kedatangan perwakilan Parlemen Myanmar. Kecuali, mereka mendesak Pemerintah Myanmar untuk menghargai nilai-nilai kemanusiaan.

"Sekali lagi, jangan cuman berteriak. Harus menolak kedatangan mereka. KPPRI secara tegas menolak kedatangan Parlemen Myanmar ke Indonesia sebelum mereka mendesak pemerintah Myanmar menghargai nilai-nilai kemanusiaan," jelasnya.

Anggota Komisi XI ini juga meminta agar seluruh pihak tak membawa isu politik dalam masalah kasus pembantaian etnis Rohingya.

"Ini masalah kemanusiaan. Kasus ini tidak boleh di bawah ke politik. Di sana ada perempuan dan anak-anak yang menjadi korban," tandasnya.

Selain itu, KPPRI juga mendukung secara penuh langkah Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.