Komisi VIII DPR Himbau Kemenag Lakukan Sosialiasi Terkait Travel Haji dan Umroh

MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR RI, Kuswiyanto menghimbau Kementerian Agama untuk segera mensosialisasikan travel haji dan umrah yang berkredibilitas baik kepada masyarakat. Hal itu dilakukan guna mencegah terulang kembalinya kasus penipuan calon jamaah haji dan umrah di Indonesia.

Kuswiyanto menuturkan, sarana sosialisasinya bisa berupa  pengumuman melalui media sosial (Medsos), radio, maupun televisi. Adapun bagi masyarakat yang awam dengan media sosial, bisa diberikan sosialisasi oleh pejabat kementerian Agama di tingkat kecamatan.

"Sedangkan bagi masyarakat di daerah yang tidak mengerti medsos bisa di berikan keterangan oleh Kementerian Agama setingkat kecamatan," ungkapnya seperti dilansir dari laman resmi DPR, Jakarta, Senin (25/9).

Lebih lanjut, Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menambahkan, ada 3 variabel yang menjadi acuan bagi para calon Jemaah haji dan umroh, antara lain variabel untuk menentukan harga yaitu variabel penerbangan, yang bisa dilihat dari acuan harga, jika murah atau promo sudah pasti seat sedikit. Lalu yang kedua variabel hotel, dan ketiga variabel logistik.
 
“Jadi menurut saya, dengan mengetahui ketiga variabel tersebut, sudah bisa memastikan, dan bagi para calon jemaah tidak lagi akan tertipu. Jika masih ada hal yang tidak masuk akal maka Kementrian Agama dan Kepolisian harus segera bertindak,"tegasnya.
 
Oleh sebab itu, sambung Kuswiyanto, tugas Pemerintah atau Kementrian Agama tentang penyelenggaraan haji dan umroh ada tiga. Yang pertama,  bisa memberikan pembelajaran bagaimana calon Jemaah bisa menjadi haji dan umroh yang mabrur saat beribadah.
 
Yang kedua, memberi pelayanan dari mulai berangkat hingga sampai ke tanah suci, dan memberitahukan travel mana saja yang kredibilitasnya baik serta mana saja travel yang tidak ada ijin legal sehingga tidak terulang lagi kasus penipuan, Yang terakhir memberikan perlindungan di dalam negeri dan di luar negeri.