Komisi VII Minta BNN Usut Tuntas Peredaran PCC

MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua Komisi VIII DPR Iskan Qolba Lubis mengecam maraknya peredaran narkoba jeni Paracetamol Cafein Carisoprodol (PCC) yang menyasar terhadap anak di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. 

Menurutnya peredaran narkoba tersebut berupaya untuk menghancurkan generasi penerus bangsa. Oleh sebab itu, pemangku kekuasaan tak boleh membiarkan hal itu terus terjadi. 

"Penyebaran narkoba di kalangan anak merupakan tindakan keji, dan memiliki agenda untuk menghancurkan masa depan bangsa, karena anak merupakan generasi penerus," ujar Iskan kepada wartawan. Jakarta, Jumat (15/9).

Menurut Anggota DPR Fraksi PKS ini, peredaran narkoba yang sudah menjangkau daerah atau desa terpencil bisa dikatakan keadaan darurat, dengan demikian BNN diminta aktif untuk mengusut tuntas kasus tersebut. 

"Harus dibongkar siapa aktor intelektualnya dan motifnya. Apalagi kasus narkoba semakin mengancam anak-anak," tegasnya.

Selain peran aktif BNN, Iskan juga menekankan bahwa guna menangkal peredaran narkoba, terutama maraknya jenis narkoba baru di Indonesia, perlu peran aktif lingkungan serta keluarga untuk menjaga anak-anak mereka dari jangkauan narkoba.

"Orang tua dan sekolah harus aktif memberikan pemahaman kepada anak, tentang apa itu narkoba dan bahayanya," tandasnya. 

Diketahui penyalahgunaan obat yang bertuliskan (PCC) Paracetamol Cafein Carisoprodol yang beredar di Kendari, Sulawesi Tenggara, telah menelan korban sebanyak 43 orang. Diantaranya 1 orang meninggal dunia dan 42 orang lainnya harus dilarikan ke beberapa Rumah Sakit di Kendari.