Komisi IV DPR Tawarkan Pelatihan Pemuda Tani Papua Nugini

MONITOR, Port Morestby – Komisi IV DPR RI melakukan  kunjungan kerja ke PNG dipimpin oleh  Edi Prabowo Ketua Komisi IV DPR RI  didampingi Staf Ahli Mentan Bidang Lingkungan, Mukti Sardjono serta Staf Ahli Menteri KKP dan Staf Ahli Menteri KLHK.

Rombongan DPR telah bertemu dengan Pertemuan dengan Pimpinan Komite Ekonomi Parlemen PNG dan Wakil Menteri Pertanian PNG. Dalam pertemuan tersebut Ketua Komisi IV menyampaikan: (1) DPR RI ikut prihatin  dengan terjadinya gempa di PNG pada bulan Pebruari yang lalu, (2) RI dan PNG adalah negara tetangga yang paling dekat, sudah selayaknya untuk meningkatkan kerjasama khususnya di bidang Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, (3) Komisi IV DPR RI menawarkan pendidikan pertanian, perikanan dan kehutanan khususnya bagi pemuda2 PNG.

Dalam kesempatan tersebut Staf Ahli Menteri Pertanian, Mukti Sardjono menawarkan peningkatan impor beras dari Indonesia terutama dari Papua/Merauke yang telah dimulai oleh Menteri Pertanian tahun lalu.

"Beras dari Indonesia mempunyai kelebihan selain jaraknya dekat di perbatasan harganya juga sangat kompetitive dibandingkan dengan beras impor dari negara lain," katanya. 

Mukti menambahkan, sebagai sesama negara produsen kelapa sawit kami mengharapkan PNG untuk bersama2 menghadapi serangan negatif terhadap kelapa sawit.

Disamping itu, Indonesia menghargai kepada Pemerintah PNG tentang rencana penandatangan MOU antar PNG dengan RI dibidang Perkarantinaan tgl 20 April 2018 di Bali.

MOU ini diharapkan dapat mempromosikan produktivitas pertanian, perdagangan dan pembangunan ekonomi kedua pihak. Parlemen dan Wakil Menteri Pertanian PNG sangat menghargai kunjungan Komisi IV DPR RI ke PNG dan tentunya akan meningkatkan kerjasama yang semakin erat kedua negara.

"Terhadap tawaran pelatihan kepada pemuda-pemuda PNG dan diharapkan segera dapat direalisasikan. Permintaan beras PNG terus meningkat dan tawaran Beras RI sangat menarik untuk dipertimbangkan. Saat ini PNG juga mulai mengembangkan tanaman padi di beberapa lokasi," tandasnya.

Mukti menegaskan Impor beras ke PNG saat ini terus meningkat sejalan meningkatnya permintaan terutama konsumen muda. Pemenuhan kebutuhan beras PNG dilakukan oleh perusahaan importir dari Australia, dengan sumber beras dari Thailand dan Vietnam.

"Harga beras Jasmine Thailand di tingkat retail di Port  Moresby 1 kg = 4,6 Kina (sekitar Rp 20.000,-/ kurs 1 Kina = Rp 4.240). Ini merupakan peuang bagi beras Indonesia/Merauke untuk pemasaran/Eksport melalui perbatasan PNG," pungkasnya.