Komisi I Terima Data 45 Juta NIK dan KK Ganda pada Registrasi Kartu Seluler

MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi I DPR RI Sukamta mengungkapkan, setidaknya terdapat 45 juta Nomor Induk kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK) ganda dari 304 juta data yang masuk pada registrasi kartu seluler.

"Kami mendapatkan data-data penggunaan NIK dan KK ganda sampai lebih kurang 45 juta dari 304 data yang masuk," kata Sukamta di Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (20/3).

Menurut dia, angka tersebut sangat besar mengingat sistem pendaftaran kartu seluler yang didominasi menggunakan sistem IT dengan presisi yang sangat tinggi. Sehingga, sambung politikus PKS itu, mestinya bisa ditekan sampai kurang dari 2 persen.

"Angka ini sangat besar mengingat proses pendaftaran ini kan menggunakan sistem IT dengan presisi tinggi. Mestinya bisa ditekan sampai kurang dr 2% sehingga hal ini perlu di dalami lebih lanjut," paparnya.

Pun demikian, Sukamta mengakui, secara umum Komisi I belum mendapatkan jawaban yang memadai atas pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang kenapa bisa sebesar itu data NIK dan KK yang ganda.

"Lalu, bagaimana pengelolaan data oleh operator dan pemerintah serta siapa yang bertanggungjawab terhadap semua peristiwa ini. Padahal ini menyangkut privacy right, hak pribadi warga negara yang harus dilindungi dan dijamin oleh negara," sebut dia.

Oleh karena itu, lanjut Sukamta, tanpa mengurangi dukungan Komisi I terhadap proses registrasi kartu prabayar, pihaknya merasa perlu untuk melanjutkan proses pendalaman sampai pertanyaan-pertanyaan yang paling mendasar hingga bisa ditemukan jawabannya, dan tidak berpotensi terjadi pelanggaran hak warga negara. 

"Dan kalau ditemukan pelanggaran harus jelas siapa yang bertanggungjawab dan bagaimana pertanggungjawabannya kemudian," pungkas Sekretaris Fraksi PKS itu.